Hidayatullah.com–Pesawat tempur sekutu kembali membantai warga sipil di Kota Raqqa hari Ahad, 03 September 2017 kemarin.
Serangan datang bertubi-tubi dan menyasar area Dawar el-Naeem di pusat Kota Raqqa. Hal itu menambah daftar pembantaian yang dilakukan sekutu selama beberapa hari terakhir. Dimana serangan demi serangan tak henti-hentinya dilancarkan oleh mereka terhadap Kota Raqqa sebagai dukungan dan perlindungan udara bagi Pasukan Demokrasi Suriah (SDF).
Pasukan Demokratis Suriah (SDF) adalah pasukan penggempur ISIS di Raqqa, yang didukung oleh Amerika Serikat (AS). Selain SDF, pasukan pendudukan yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk menjatuhkan Raqqa adalah; petempur Kurdi yang dinamakan
Baca: 100 Warga Sipil Terbunuh dalam Derangan Udara AS di Suriah
Satuan Perlindungan Rakyat (YPG), yang dinobatkan Turki sebagai teroris, Suku Arab al-Shamar, milisi Kristen Suriah dan warga etnis Assyrian.
Menurut beberapa aktivis serangan tersebut mengakibatkan jatuhnya 14 korban jiwa dan beberapa orang luka-luka, tulis laman shaam, berbahasa Arab.
Selain itu pada tanggal 18 Agustus, bulan lalu, para aktivis tersebut mengumumkan jatuhnya 40 korban jiwa dan 60 korban luka-luka akibat serangan yang mengarah pemukiman penduduk yang terletak di dekat taman bermain di Kota Raqqa.
Dengan menyebarkan foto-foto yang memperlihatkan parahnya kehancuran sebuah rumah, para aktivis juga menjelaskan bahwa rumah tersebut dibangun oleh empat keluarga yang beranggotakan 40 orang.
Sejak dimulainya Perang Ghadab al-Furat (Amarah Eufrat) yang dilancarkan oleh SDF guna menguasai Kota Raqqa dan sekitarnya beberapa bulan lalu.
Sejak awal November 2016, SDF memulai operasi militer bersandi “Amarah Eufrat” untuk menumpas ISIS di Raqqa atas dukungan AS.
Sejak itu sampai sekarang mereka berhasil merebut banyak kawasan di Provinsi Raqqa, dan memutus jalur logistik ISIS menuju kota ini dari utara, timur dan barat.
Pesawat-pesawat tempur sekutu sudah melancarkan ratusan serangan terhadap warga sipil yang memakan ribuan korban, baik korban jiwa maupun luka-luka dan cacat. Ditambah lagi dengan rusaknya bangunan-bangunan dan infrastruktur.*/Fadli Maskur