Hidayatullah.com–Pasukan rezim Suriah sedang bersiap melancarkan operasi militer “besar” untuk merebut Kota Douma, benteng terakhir kelompok oposisi di Ghouta Timur, menurut media setempat seperti yang dilaporkan oleh Aljazeera, Kamis 29 Maret 2018.
Harian afiliasi pemerintah al-Watan melaporkan pada Rabu bahwa tentara rezim telah ditempatkan di sekeliling kota, yang sebagian besar dikendalikan oleh kelompok oposisi Jaish al-Islam (Jaisul Islam).
Mobilisasi itu merupakan persiapan terjadinya konfrontasi dengan para oposisi jika mereka gagal mengevakuasi wilayah dekat Damaskus tersebut, laporan mengatakan.
Pasukan Rusia, sekutu utama rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, telah terlibat dalam negosiasi dengan Jaish al-Islam selama beberapa hari. Namun, negosiasi itu sejauh ini belum menimbulkan hasil.
Baca: Evakuasi Ghouta Timur: Ribuan Penduduk dan Petempur Diangkut Bus menuju Idlib
Sekitar 140.000 orang diperkirakan masih berada di dalam Douma, dengan akses yang terbatas pada makanan, air dan pasokan medis.
Dewan lokal Kota Douma, hari Selasa merilis pernyataan yang dilihat oleh Aljazeera, menjelaskan kepada para penduduk wilayah itu bahwa kelompok oposisi bersenjata tersebut telah meminta Rusia agar memperpanjang genjatan senjata dan agar aliran bantuan dapat berlanjut.
Para aktivis di Kota Douma mengatakan Aljazeera bahwa para penduduk sipil di wilayah itu kelelahan dan telah “kehilangan keyakinan pada negosiasi antara Rusia dan oposisi bersenjata”.
Seorang aktivis, yang meminta agar namanya tidak disebutkan, mengatakan pada Aljazeera bahwa sekitar 400 orang telah keluar dari Douma melalui penyeberangan Kamp al-Wafideen menuju penampungan pemerintah di luar Ghouta Timur.
Baca: 1.433 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Sebulan Rezim di Ghouta Timur
Menurut aktivis, Jaihs al-Islam (Jaisul Islam) memohon agar 400 penduduk menunggu hingga kesepakatan dicapai dengan Rusia, sebelum memperbolehkan mereka menuju wilayah yang dikendalikan pemerintah, beberapa dari mereka sangat membutuhkan bantuan medis.
Pada 18 Februari, pasukan pemerintah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti ke Ghouta Timur dalam upaya untuk memaksa kelompok mujahidin yang telah mengendalikan pinggiran kota Damaskus sejak pertengahan 2013.
Minggu lalu, pasca lebih dari enam minggu bombardir, dua kelompok oposisi berhasil mencapai kesepakatan evakuasi dengan pasukan Rusia, yang menghasilkan evakuasi 19.000 orang menuju provinsi utara Idlib.
Mereka yang mengungsi termasuk para petempur dari kelompok oposisi Faylaq al-Rahman dan Ahrar al-Sham (Ahrar Syam), keluarga mereka dan penduduk lainnya.*/Nashirul Haq AR