Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Tak Ingin Ganggu Kesepakatan Turki – Rusia, HTS akan Tetap Pilih Jalan Jihad

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2018 15:15 3:15 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Oktober 2018 15:15
Bagikan
Milisi oposisi Suriah, Hay'at Tahrir al Syam [HTS]
Bagikan

Hidayatullah.com–Meski akan mematuhi syarat-syarat kesepakatan antara Turki dengan Rusia demi mencegah serangan rezim Basyar al Asaad ke Idlib, salah satu kelompok utama oposisi Suriah, Hay’ah Tahrir al-Syam, menyatakan pihaknya tidak akan berpaling dari ‘jalan jihad’ dan pertempuran hingga Revolusi Suriah dinilai tuntas.

Untuk itu, Hay’ah Tahrir al-Syam (HTS) yang sebelumnya bernama Jabhah Fath al-Syam (JFS) dan sebelumnya lagi Jabhah Nushra (JN) atau Front al-Nushra mengeluarkan rilis pada Ahad (14/10/2018) malam.

HTS yang di saat bernama Jabhah Nushra berafiliasi kepada Al-Qaidah itu menegaskan sikapnya terkait kesepakatan yang dibuat antara Turki dan Rusia. Sebelum mengeluarkan rilis ini, HTS dikabarkan telah menyampaikannya ke Turki.

Dalam rilisnya, HTS menyatakan tidak akan berpaling dari ‘jalan jihad’ dan ‘pertempuran hingga revolusi ini tuntas’. Tetapi, HTS mengatakan, mereka akan menghormati kesepakatan antara Turki dan Rusia. Dengan kata lain, HTS tak akan mengacaukan kesepakatan Turki dengan Rusia tersebut.

Baca: Lima Fraksi Pejuang Suriah Membentuk Hai’ah Tahrir al-Syam

Terkait yang dimaksud revolusi tuntas adalah tumbangnya Rezim Basyar al Asad, terbebasnya para tawanan serta kembalinya para pengungsi dan orang-orang yang terusir ke rumah mereka secara aman.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

HTS juga menegaskan tidak akan mengabaikan jasa orang-orang yang telah mendukung mereka dan yang telah berhijrah dari tempat-tempat yang jauh (negara lain) untuk membantu mereka.

“Mereka adalah bagian dari kami dan kami merupakan bagian dari mereka,” bunyi pernyataan itu.

Untuk melindungi rakyat Suriah dan ahlus sunnah dari serangan rezim Asad, khususnya di Idlib, HTS akan tetap memegang senjata.

“Kami akan melindungi masyarakat kami dengan strategi politik yang sesuai dengan syariah dan tidak memberikan mereka harapan-harapan palsu,” lanjut pernyataan itu.

Dikatakan, HTS akan membuat perjanjian internal dan eksternal (kepada Turki) serta berupaya melindungi rakyat dan wilayah-wilayah yang sudah dibebaskan. HTS akan berhati-hati dari mempercayai Rusia, sang penjajah, dan motivasi mereka masuk Suriah.

“Kami memperingatkan akan bahayanya mempercayai niat mereka (Rusia). Bagaimanapun, sebagai konsekuensinya, kami tak akan membiarkan mereka melemahkan revolusi.”

HTS menyatakan percaya cita-cita rezim Asad dan penyokong mereka akan gagal. “Akan sama gagalnya dengan seluruh penjajah di setiap kisah sejarah. Dan, kekuatan rakyat Suriah yang ingin bebas akan meruntuhkan mereka,” kata HTS dalam pernyataannya yang berjudul ‘Revolusi Suriah tak Akan Pernah Mati’ itu.

Baca: Pimpinan Ahrar as-Syam Mengirim Pesan kepada Hai’ah Tahrir as Syam

Kelompok yang memiliki jumlah anggota pasukan sekitar 20.000 ini juga menyerukan masyarakat dunia, agar mengambil tanggung jawab atas penindasan yang mereka saksikan terhadap rakyat Suriah.

“Sejarah tidak akan melupakan mereka yang membantu rezim Asad dalam kejahatannya.”

HTS juga mengimbau dunia Islam untuk berdiri bersama Revolusi Suriah dan menolongnya sebisa mungkin.

Dalam pernyataan penutupnya, HTS menyatakan bahwa pihaknya tak akan menyerah dan tidak akan dilemahkan oleh rezim Rusia.

“Kami lebih memilih hidup mulia atau gugur sebagai syuhada ketika berjumpa dengan Allah Ta’ala dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya agar mereka membebaskan Damaskus dengan kepala tegak,” demikian HTS di bawah pimpinan Abu Muhammad Al-Jaulani yang berasal dari Golan, Suriah itu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Basyar al AsaadHay’ah Tahrir al-SyamHTSJabhah Fath al-SyamJabhah NushrajihadoposisiRevolusi SuriahrusiasuriahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cerita-cerita di Balik Bencana
Tulisan selanjutnya Saudi Tolak Ancaman Barat terkait Hilangnya Jurnalis Jamal Khashoggi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?