Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Puluhan Ribu Warga Aleppo Dievakuasi, PBB Khawatir Pembantaian Srebrenica Terulang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Desember 2016 14:21 2:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Desember 2016 14:03
Bagikan
Wanita dan anak-anak yang terjebak dalam kepungan Rezim Bashar al Assad
Bagikan

Hidayatullah.com—Puluhan ribu warga sipil telah dipindahkan dari timur Aleppo sejak Senin tengah malam Senin dengan imbalan kelompok oposisi memungkinkan meninggalkan dua desa pro-pemerintah di provinsi Idlib yang dikuasainya.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan 20.000 warga sipil telah dievakuasi dari Aleppo sejauh ini, tapi ada variasi dalam perkiraan berapa banyak orang masih berusaha untuk dibawa keluar, dari beberapa ribu hingga puluhan ribu.

“Ribuan orang masih ingin dievakuasi,” kata juru bicara ICRC Krista Armstrong dari Aleppo dikutip Reuters.

Diperkirakan total 17.000 orang telah dievakuasi dari daerah kantong itu sejak Kamis, termasuk 7.000 pada hari Senin, katanya.

Puluhan bus membawa ribuan penduduk dari daerah itu tiba di daerah yang dikuasai pejuang pembebasan penentang Rezim Bashar di barat wilayah bersangkutan.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

“Masih ada 40 bus di dalam kantong Aleppo timur dengan lebih banyak orang yang melanjutkan dengan evakuasi. Operasi masih berlangsung, “katanya.

Dalam pada itu, Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengatakan, 47 anak yang terjebak di wilayah Aleppo juga dipindahkan semalam.

Direktur regional UNICEF, Geert Cappelaere mengatakan, sebagian mereka dalam kondisi kritis akibat cedera dan kelaparan. Badan terkait dan lembaga lain juga berusaha membantu menyatukan kembali anak-anak yang dipindahkan dengan keluarga masing-masing, katanya.

Pada saat sama, 10 bus juga meninggalkan dua desa Syiah, al-Foua dan Kefraya di utara Idlib, menuju ke daerah yang dikuasai Rezim Bashar di barat Aleppo.

Pilu di Aleppo, Perempuan Izin Bunuh Diri untuk Hindari Teror Perkosaan Rezim Bashar

Pemindahan penduduk sipil, termasuk mereka yang terluka dari kedua kampung itu diklaim oleh tentara Suriah dan sekutu Syiahnya sebelum mereka mengizinkan kelompok oposisi dan orang sipil yang terperangkap meninggalkan timur Aleppo.

Di Idlib, pekerja bantuan mengatakan, lebih 60 bus tiba dari timur Aleppo. Sebagian mereka dibawa ke rumah anggota keluarga atau penduduk lain sementara yang lain ditempatkan di tenda sementara.

Evakuasi kemarin adalah hasil negosiasi antara Rusia – sekutu utama rezim Bashar al Assad – dan Turki, yang mendukung kelompok oposisi.

Warga sipil menunggu jemputan di tengah suhu dingin yang sangat kejam
Warga sipil menunggu jemputan di tengah suhu dingin yang sangat kejam (MEMO)

Pemindahan ini sekaligus memberikan keleluasaan tentara Rezim Bashar menguasai secara penuh atas seluruh Kota Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah yang sebelum perang Suriah meletus terkenal sebagai pusat ekonomi dan parisiwata.

Penguasaan kembali Aleppo itu menjadi kemenangan terbesar Rezim Bashar dan pendukungnya (Rusia, Iran dan milisi Syiah) sejak serangan pemerintah Suriah kepada rakyatnya sendiri meletus enam tahun lalu.

Sementara itu, Ahmad al-Dbis yang memimpin sekelompok dokter dan relawan yang menyelaraskan evakuasi itu mengatakan lebih dari 100 bus telah meninggalkan kota. Sebagian penduduk berada dalam kondisi parah setelah terpaksa menunggu lebih 16 jam di pos pemeriksaan militer Suriah tanpa bisa turun.

“Beberapa pengungsi mengatakan kepada kami bahwa beberapa anak meninggal karena menunggu lama dan cuaca dingin sementara mereka sedang menunggu untuk mengungsi,” katanya kepada Reuters.

“Mereka tidak makan atau minum. Anak-anak diserang flu. Mereka juga tidak diizinkan ke toilet, “kata Dbis.

Penduduk timur Aleppo, kubu penentang Bashar sejak 2012, hidup menderita setelah dikepung selama empat bulan oleh tentara Suriah sebelum menjadi sasaran serangan udara dan artileri November lalu.

Sebelumnya,  Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),  turut mendesak pemantauan atas keselamatan warga sipil yang masih ada di sana.

Kekhawatiran Tragedi Srebrenica Berulang di Aleppo

Dewan Keamanan PBB memberikan suara untuk mengirim pengamat guna memantau evakuasi penduduk yang masih terperangkap di Aleppo, tatkala tentara rezim Suriah dibantu milisi Syiah Hizbullah dan Rusia, mulai menguasai kembali kota itu.

Utusan Khusus Prancis di Dewan Keamanan berharap keputusan itu dapat mencegah Aleppo menjadi satu lagi ‘Srebrenica’, di mana ribuan pria dan anak-anak Muslim Bosnia dibunuh dan diperkosa oleh tentara Serbia pada 1995.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aleppo timurbashar al assadEvakuasi Warga Aleppogenosidairankelompok pembebasankematiaanpenduduk Alepporusiaserangan ke Aleppo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fahrenheit 212
Tulisan selanjutnya Keluarga Protes Cara Penangkapan Humas LUIS Tak Santun Mirip Gaya Densus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?