Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Anak-Anak Suriah Disebut Miliki Gejala ‘Tekanan Beracun’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Maret 2017 09:40 9:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Maret 2017 09:40
Bagikan
Anak-anak menerima pelatihan dari Bulan Sabit Merah - Suriah dalam prosedur evakuasi keadaan darurat di sebuah sekolah di yang terkepung di Douma
Bagikan

Hidayatullah.com–Anak-anak Suriah dilaporkan menunjukkan gejala stress berupa ‘tekanan beracun’, selain mencoba melukai diri sendiri dan bunuh diri, demikian  menurut sebuah laporan hari Senin.

Menurut laporan yang diungkapkan hari Senin kemarin,, anak-anak tidak lagi merasa aman untuk berada di sekolah, mengalami masalah gangguan bicara dan masalah kencing. Ada di antara mereka yang kehilangan kemampuan berbicara.

Laporan Save the Children saat peringatan  ulang tahun keenam perang di Suriah sambil menyeru semua pihak agar memberi penekanan pada masalah kesehatan mental sebelum anak-anak mengidap komplikasi berlanjut sampai mereka meningkat dewasa.

Hasil penelitian itu diperoleh berdasarkan percakapan dengan 450 anak, remaja dan anak-anak di 14 provinsi di Suriah.

Orang dewasa mengatakan penyebab utama stres psikologis adalah penembakan yang konstan dan pemboman yang menjadi ciri perang.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Sekolah dan rumah sakit secara teratur terlah menjadi target, menghancurkan lembaga dapat mendukung trauma anak-anak ketika mereka membutuhkannya.

Baca: “Ayah, Angkat Saya!” Jerit Anak Suriah dengan Kaki Putus dalam Ledakan Bom

Menurut laporan itu, 80 persen dari mereka yang diwawancarai mengatakan anak-anak menjadi lebih agresif dan 71 persen mengatakan anak-anak semakin menderita sering mengompol dan buang air secara tak sengaja “kedua gejala umum dari stres beracun dan gangguan stres pasca-trauma pada anak-anak”.

Para peneliti juga menemukan bahwa dua pertiga dari anak-anak telah kehilangan orang yang dicintai, mendapati rumah mereka telah dibom atau ditembaki, atau menderita luka terkait perang.

Save the Children mengatakan survei pertama berfokus pada kesehatan mental anak-anak masih tinggal di Suriah. Dikatakan, setidaknya 3 juta anak diperkirakan hidup di daerah dengan paparan senjata peledak tinggi dan setidaknya 3 juta anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak mengetahui apa-apa kecuali perang.

“Kita gagal membantu anak-anak di Suriah yang dibiarkan sendirian untuk menangani pengalaman yang menakutkan itu, dari melihat orang tua dibunuh di depan mereka kepada hidup di bawah tahanan tanpa bantuan,” kata penasihat kesehatan mental, Save the Children di Asia Barat, Marcia Brophy dikutip abcnews.

Seorang dokter untuk Hak Asasi Manusia berbasis di New York mengatakan lebih dari 90 persen dari serangan terhadap fasilitas medis di Suriah yang dilakukan oleh pasukan pro-pemerintah Bashar al Assad. Laporan sebelumnya oleh kelompok itu mengatakan pemerintah pimpinan Bashar secara “sistematis melanggar” prinsip netralitas medis dengan menargetkan fasilitas medis dan dokter; menahan pasien; dan menangkap, menyiksa dan mengeksekusi dokter. Akibatnya,  menyebabkan para profesional medis untuk meninggalkan Negara tersebut.

Baca:  Tangisan Anak Suriah di Bawah Timbunan Bangunan Runtuh

Beberapa penduduk tahu hanya satu psikiater di daerah meliputi lebih dari satu juta orang, kata laporan Save the Children.

Satu dari empat anak mengatakan mereka tidak seorangpun yang bicara atau tidak ada tujuan untuk pergi ketika mereka merasa takut , sedih atau marah.

Gejala ‘stres beracun’ yang tumpang tindih dengan orang-orang dari gangguan stres pasca-trauma dapat mengganggu perkembangan otak dan organ lain, dan memicu gangguan kesehatan mental dan kecanduan di masa dewasa, kata Alexandra Chen, spesialis kesehatan mental dan perlindungan anak berbasis di Universitas Harvard.

Laporan itu juga menemukan, kasus tentara anak-anak sangat rentan membawa trauma sampai dewasa. Lebih dari setengah dari orang dewasa yang diwawancarai oleh Save the Children mengatakan mereka tahu dari anak-anak atau remaja yang direkrut ke dalam kelompok-kelompok bersenjata.

Laporan itu mengatakan para milisi harus berhenti menggunakan bahan peledak di daerah penduduk, menghentikan serangan terhadap sekolah dan rumah sakit dan fasilitas umum serta berhenti merekrut tentara anak-anak untuk berperang. Hal ini juga mendesak masyarakat internasional untuk mendanai kesehatan mental dan program psikologis bagi anak-anak Suriah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anak-Anak Suriahbunuh dirikesehatan mentalkorban perangSave the Childrenstres beracunstres pasca-traumastres psikologissuriahTekanan Beracuntrauma
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rezim Iran Uji Senjata S-300 dari Rusia
Tulisan selanjutnya Komnas HAM Sesalkan Pemberhentian Pengajian di Sidoarjo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?