Hidayatullah.com–Ketua Umum PP Muhamadiyah Prof Dr H Syafii Ma`arif membantah pemberitaan bahwa Muhammadiyah tidak mendukung Amien Rais sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2004. Meski begitu dia menekankan bahwa sebagai ormas Muhammadiyah tidak mempunyai hak untuk mencalonkan atau tidak mencalonkannya sebagai presiden.
“Kita tidak mau menyebut nama karena tidak mempunyai hak, itu merupakan hak partai politik, Muhammadiyah tetap ingin pada jalurnya,” kata Syafii Ma`arif di sela-sela sidang Tanwir Muhammadiyah di Makassar, Sabtu.
Meskipun demikian, kata Syafii, dia tidak membantah kalau dirinya pernah menyebut nama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais sebagai orang yang berpeluang menjadi presiden. Amin Rais, yang juga mantan Ketua PP Muhammadiyah itu, menurut Syafii, diprediksi akan dipilih oleh 90 persen umat Muhammadiyah. “Waktu pra Rakernas di Batam saya memang pernah bilang, jika pemilihan presiden dilakukan ecara langsung, maka kemungkinan besar 90 persen umat Muhammadiyah akan memilih Amien Rais. “Tapi Muhammadiyah belum mengeluarkan pernyataan resmi dan kami masih pada gerakan moral saja,” kata Syafii.
Sejumlah media massa sebelumnya sempat memberitakan pernyataan Syafi Ma`arif sehari menjelang Tanwir bahwa Muhammadiyah tidak mendukung Amien Rais. Menurut dia formulasi kalimat dalam surat kabar yang mengutip pernyataan itu tidak benar.
Dia menekankan bahwa yang dimaksudkan adalah Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan moral tidak tidak bisa memasuki bidang politik praktis, sehingga dia tidak ingin menimbulkan kesan Muahammadiyah ikut terjun dalam pencalonan presiden.
Syafii menegaskan bahwa dirinya tetap konsisten pada pernyataannya dalam Rakernas PAN di Batam 2002. Ketika itu dia mengatakan kepada peserta bahwa menurut perhitungannya jika ada pemilihan presiden langsung sekitar 90 persen warga Muhammadiyah akan memberikan suaranya kepada Amien Rais, yang saat ini juga menjabat sebagai ketua umum DPP PAN. “Itu perhitungan politik saya, jangan diputar menjadi Muhammadiyah mencalonkan Amien Rais. Tidak begitu konteks kalimatnya,” kata Syafii tentang pencalonan Amien yang mantan ketua umum PP Muhammadiyah tersebut.
Menanggapi hal yang sama, Ketua DPP PAN AM Fatwa menyambut gembira keterangan Syafii Ma`arif yang menjelaskan kesimpang-siuran pemberitaan pers mengenai hal tersebut, sehingga persoalannya menjadi jelas.
Menurut dia, sejak awal dirinya tidak yakin Syafii Ma`arif tidak mendukung Amien Rais sebagai calon presiden. “Muhammadiyah memang tidak dalam posisi untuk dukung mendukung tetapi warga Muhammdiyah pasti memiliki keterikatan aspirasi dan moral untuk mendukung Amien Rais sebagai capres,” tutur Fatwa.
Sidang Tanwir Muhammadiyah kali ini mestinya juga menjadwalkan Amien Rais untuk memberikan sambutannya. Tetapi acara tersebut batal karena Amien Rais mendadak pulang ke Jakarta pada pagi hari pukul 08.00 WITA. Ketua DPW Muhammadiyah Sulawesi Selatan KH. Nazaruddin Razak mengatakan, Amien pulang karena tidak enak badan sejak Rabo malam kemarin. “Mudah-mudahan beliau cepat sembuh dan bisa datang lagi acara tanwir berikutnya,” kata Nazarudin. Tanwir Muhammadiyah di Ujungpandang akan berlangsung sampai tanggal 28 Juni nanti.
Kepulangan Amien Rais sempat memunculkan kabar karena sikap Syafii Maarif yang dinilai tidak konsisten untuk memberikan dukungan kepada Amien. (sk/ti/cha)