Hidayatullah.com–Hari ini, Jumat (12/3), kepada Hidayatullah.com, Ketua DPW PKS Jawa Timur, Ainur Rofiq Munawar, mengaku baru melaporkan ke polisi perihal penganiayaan yang terjadi terhadap 7 kadernya di Madiun, Jawa Timur. Benar, penganiayaan itu baru dilaporkan ke DPW, dan sudah dilaporkan ke polisi, ujar Rofiq. Lebih lanjut, menurt Rofiq, kini, polisi telah menangkap salah seorang dari 12 tersangka yang telah melakukan penganiayaan. Rabu (10/3) kemarin, 7 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Madiun telah menjadi korban keganasan kader partai tertentu hanya gara-gara menyangkut bendera partai. Peristiwa terjadi ketika 7 orang kader PKS tengah memasang bendera partai di sebuah desa di kelurahan Pandean, Madiun. Tidak disangka, beberapa saat sebelum memasang, tiba-tiba 12 pria tak dikenal yang diguda dari kader partai tertentu menyerang nya. Tak urung, ketujuh kader PKS tersebut babak belur dan mengalami luka. Penganiayan terjadi karena para penyerang tidak menghendaki wilayah mereka menjadi lahan kampanye PKS. Beberapa sumber yang dihimpun Hidayatullah.com, Madiun, Kediri, dan Magetan, merupakan kandang kader PDI-P. Masyarakat Menilai Meski dua hari lalu 24 partai politik (parpol) telah menandatangi kesepakatan damai, toh nampaknya gejolak di akar rumput tetap tidak bisa dicegah. Karena itu, Rofiq meminta kepada semua pemimpin partai untuk terus mengendalikan kadernya meskipun di tingkat pimpinan sudah ada kesepakatan damai. Mestinya para pemimpin partai itu terus memantau dan menghimbau kadernya untuk berkomitmen dalam perjanjian damai kemarin, ujarnya. Rofiq menghimbau pada kadernya untuk terus berhati-hati. Lebih lanjut, Rofiq hanya meminta masyakat menilai sendiri atas kejadian ini. Dari kejadian ini, silahkan masyakarakat menilai sendiri, siapa sesungguhnya yang layak dipilih dan tidak. Termasuk siapa yang layak memimpin bangsa ini. (cha)