Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Lakukan Pelanggaran HAM Berat di Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Maret 2004 10:10 10:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Maret 2004 10:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pernyataan keras Adam ini disampaikan melalui Human Rights News, edisi 8 Maret 2004.

Menurut, Adam, negeri Paman Sam itu selama ini dijadikan panutan dalam melaksanakan dan menjunjung tinggi HAM akhirnya membuatnya kecewa ketika akhirnya ia tertumbuk pada kesimpulan AS telah melakukan banyak pelanggaran HAM, terutama di Afganistan.

“AS telah memberikan satu contoh yang sangat mengerikan dalam menangani tahanan di Afganistan…. Mereka menahan rakyat sipil di suatu tempat tanpa pengadilan, tanpa pengacara, tanpa izin kunjungan bagi sanak saudara, dan tanpa perlindungan hukum, “ujarnya.

Selama operasi militer di Afganistan, AS tercatat telah menangkap rakyat sipil dengan sewenang-wenang. AS pun menggunakan kekuatan armadanya dalam menangkap personel nonpasukan tempur. Lebih dari itu, AS dinyatakan tidak menangani para tawanannya dengan baik. AS berlaku brutal, tidak sesuai dengan standar internasional.

Seluruh pelanggaran hak asasi manusia oleh AS itu disimpulkan dalam satu laporan khusus setebal 59 halaman. Menurut Adams, laporan terkait didasarkan pada penelitian di Afganistan tenggara dan timur selama tahun 2003 hingga awal 2004.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan itu dengan gamblang menyebutkan, AS telah menerapkan sistem penangkapan dan penahanan secara terorganisasi di Afganistan. Namun, hal tersebut dengan jelas mengabaikan standar atau hukum penangkapan yang berlaku.

Sikap brutal AS dipicu oleh tragedi 11 September 2001 yang menewaskan sekitar 3.000 warga AS. Sejak itu, AS melancarkan perang untuk menggulingkan rezim Taliban pada tahun 2001 dan menggulingkan Presiden Irak Saddam Hussein pada tahun 2003.

Sejak itu, ribuan warga ditawan AS, baik di Afganistan, Irak, maupun Teluk Guantanamo, Kuba. AS dengan kekuatan 9.000 tentara tetap memelihara fasilitas penahanan di beberapa basis militer di Afganistan, seperti Bagram, Kandahar, Jalalabad, dan Asadabad.

Dalam salah satu bab, laporan itu mengungkapkan dengan tegas cara AS menangani para tawanan tersebut. Di pangkalan militer Bagram, AS telah memperlakukan tawanan dengan sangat brutal.

Dua orang yang ditangkap Maret 2002 dilaporkan telah ditawan di satu sel sempit dan gelap selama beberapa minggu, berdesak-desakan dengan kelompok lain.

Diceritakan pula tentara AS akan langsung menghukum jika tahanan itu melanggar peraturan sepele saja, misalnya berbicara dengan tawanan lain atau berteriak memanggil penjaga.

Jika itu terjadi, tentara AS akan langsung menyeret tahanan terkait untuk berjalan dengan tangan terikat di atas kepala. Mereka kemudian ditendang dan “digantung” di atas pintu hingga tidak mungkin menurunkan tangannya. Selain itu, tahanan diperintahkan berdiri dengan tangan tegak ke atas selama dua jam.

Dua tawanan dari Bagram itu lalu dikirim ke Teluk Guantanamo meski kemudian dibebaskan.

Kisah memilukan justru terjadi di Kandahar. “Selama perjalanan menuju Kandahar, mata kami ditutup. Kami terus ditendangi dan dipukuli tanpa ampun,” kata seorang bekas tahanan yang juga pernah dibuang ke Teluk Guantanamo dan dibebaskan bulan Juli 2003.

“Kami terus dalam posisi meringkuk dengan tangan terikat di belakang. Jika kami bergerak sedikit saja, para tentara bersenjata langsung memukul. Tendangan dengan menggunakan sepatu bot mereka hampir tidak pernah lepas dari tubuh kami,” ujar bekas tahanan itu lagi.

“Ketika tiba di Kandahar, seseorang menarik lengan saya dan melempar saya dari tangga. Saya tersungkur di lantai, tetapi dengan muka harus tetap menengadah,” kata bekas tahanan yang tak disebutkan identitasnya menambahkan.

Demi keamanan, laporan HAM itu menyebutkan hanya bisa mewawancarai para bekas tahanan yang dipandang tidak akan mengganggu sistem keamanan AS. Dengan alasan itu, banyak bekas tahanan yang diwawancarai tanpa disertakan identitasnya.

Setelah tiba di Kandahar, lanjutnya, tak seorang pun diizinkan bersuara. Mereka juga tidak boleh tidur. “Misalnya, jika kami tertidur, kami akan segera dibangunkan. Atau, jika kami menutup muka kami dengan seprai butut di tempat tidur, kami pun akan dipukuli tanpa henti,” ujar bekas tahanan itu lagi.

Tahanan lain dari Pakistan menambahkan, banyak pula tahanan yang tidak hanya merasakan pukulan dan tendangan sadis dan tanpa ampun, tetapi juga dimasukkan dalam kamar pendingin. (afp)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PAS: Bom Bunuh Diri Membela Harga Diri
Tulisan selanjutnya PKS Jatim Lapor ke Polisi Pengeroyok 7 Kadernya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?