Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

ICG: Pihak Berwenang Indonesia Tak Memadai Tangani Ambon

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Mei 2004 07:31 7:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Mei 2004 07:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–International Crisis Group (ICG), sebuah LSM internasional berpendapat bahwa pihak berwenang Indonesia menangani kasus Ambon dengan sangat tidak memadai dan suatu pengusutan yang tidak memihak hendaknya dilakukan terhadap peristiwa itu, demikian dikutip Siaran Radio Australia, (19/5) hari ini. ICG yang berkedudukan di Brussel mengusulkan bahwa yang diperlukan sekarang adalah suatu penyelidikan yang seksama, tidak memihak, profesional dan transparan terhadap sebab-sebabnya. Di Indonesia, ICG dikenal luas karena sering membuat laporan tebal berkaitan dengan dengan masalah-masalah politik di Indonesia. ICG pernah menulis kondisi militer Indonesia pasca-Soeharto berjudul Indonesia: Keeping the Military under Control. Juga artikel lain berjudul Indonesia’s Maluku Crisis: The Issues, Indonesia Crisis: Chronic but Not Acute, Indonesia’s Shaky Transition Yang paling menarik adalah laporan ICG tentang Indonesia Backgrounder: How The Jemaah Islamiyah Terrorist Network Operates (Jaringan Teroris Indonesia: Cara Kerja Jamaah Islamiyah) bulan 12 Desember 2002. Dalam laporan ini, ICG mengatakan dari 14 ribu pesantren di Indonesia, ada 8900 pesantren yang ?berbahaya?. Anehnya, setelah laporan itu, pemerintah AS langsung mengusulkan agar Indonesia segera merubah kurikulum pendidikan agama, khususnya di pesantren. Tak beberapa lama, beberapa kiai pesantren mendapatkan pendidikan gratis ke AS. Pada laporan lanjutannya, Jemaah Islamiyah in South East Asia: Damaged But Still Dangerous (Jamaah Islamiyah di Asia Tenggara: Hancur Tetapi Masih berbahaya), di bulan Agustus 2003, lagi-lagi ICG menuduh ada beberapa jaringan pesantren yang bisa dikategorikan teroris dan Jamaah Islamiyah. ICG bahkan menyebut di dalamnya Hidayatullah, hanya karena pesantren ini pernah sekali mendapat kunjungan salah satu tersangka bom Bali yang kejadiannya telah beberapa tahun sebelum terjadinya bom. Anehnya lagi, setelah keluarnya laporan-laporan ICG itu, beberapa nama sesuai daftar di laporan ICG langsung dicokok polisi. Tak heran, banyak pihak menganggap ICG kepanjangan CIA secara halus untuk menekan pemerintahan Indonesia. Caranya, dengan membuat laporan agar lebih terkesan ilmiah. Kecurigaan terhadap ICG ini makin bertambah setelah diketahui ada hubungan antara pialang saham keturunan Yahudi, George Soros dengan pihak ICG. Soros pernah dianugrahi ICG Founders Award tahun 2003 atas kontribusinya membantu ICG. Kini, setelah pemerintah berusaha mati-matian meredam konflik Ambon, ICG menganggap aparat tidak memadai dan mengusulkan pengusutan dari pihak independen. Sebelumnya telah muncul desakan kuat untuk melibatkan peran PBB di Ambon dan Maluku. (abcn/hid/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Chavez: Bush Harus Berlutut di depan Paus
Tulisan selanjutnya Cheney: Perang Iraq Untungkan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?