Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Bom Sebagai Cara Polisi “Masuk” Rumah Abu Jibril

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juni 2005 02:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Modus peledakan di rumah Abu Jibril di Pamulang, Banten ditengarai sebagai cara pihak aparat keamanan (polisi) untuk dapat masuk dan menggeledah rumah Abu Jibril, seorang saksi yang kini diperlakukan bak tersangka. Pernyataan ini disampaikan Ketua Lajnah Tanfidziah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Irfan S Awwas.

Indikasi ini bisa ditunjukkan dengan cara pihak polisi menggeledah seluruh isi rumah, mengambil barang-barang penting di dalam rumah meski bom terjadi di luar. "Ada indikasi, dengan peledakan itu polisi bisa masuk rumah, menggeledah isinya dan mengambil barang-barang penting, " ujar Irfan yang tak lain adik kandung Abu Jibril. "Ini cara yang kasar dan keji, " tambahnya.

Irfan mengaku punya alasan mengapa mencurigai modus seperti itu. Menurutnya, selama ini pemerintah selalu mendapat tekanan dari pihak asing soal bom-bom yang sering meledak. Bahkan terakhir, menurutnya, peryataan berbentuk tekanan kepada pemerintah datang dari International Crisis Group (ICG) yang mengatakan pemerintah Indonesia tak mampu menekan terorisme. "Ini tekanan pada pihak pemerintah." Dengan kasus Tentena ini, kata Irfan, semakin akan menyulitkan pihak polisi.

Karenanya, Irfan curiga, untuk dapat membuktikan bahwa benar ada teroris, maka aparat harus menangkapi orang. Diantaranya adalah kembali ‘mengambil’ orang-orang yang dulu pernah dicurigai namun sudah dibebaskan karena tak ada bukti. Salah satu contohnya adalah Abu Jibril.

"Sekiranya dia (Abu Jibril) tak punya alibi kuat sedang shalat di masjid, mungkin dia langsung dianggap tersangka," ujar Irfan pada Hidayatullah.com.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kelak, tambah Irfan, gerakan-gerakan Islam dicurigai, termasuk MMI karena dianggap menegakkan syari’at Islam. Dan ujung-ujungnya, Ustad Abubakar Ba’asyir tidak dikeluarkan meski dia sudah habis masa tahanan. "Ujungnya, Abubakar Ba’asyir harus tetap dipenjara karena masih dianggap berbahaya," begitu kutip Irfan. "Anehnya, Ustad Abu di penjara, bom terus meledak. Dan polisi yang sering mengaku sudah mengetahui indikasi teror bom, tak pernah bisa menangkap pelakunya." Karenanya, Irfan mencurigai ini sebagai rekayasa intelijen.

"Bau Aneh"

Kamis (9/6) sehari setelah bom meledak, polisi menggeledah rumah dan menyita barang-barang penting milik Abu Jibril. Diantaranya; sebuah laptop, 300-an keping VCD, 30-an kaset rekaman handycam, dan dokumen milik Abu Jibril.

Anehnya, meski menyebut Abu Jibril sebagai saksi, polisi mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah dan juga mengobrak-abrik kamar petugas masjid bernama Sana. Polisi juga menyita sebuah buku pribadinya.

Sebagaimana diceritakan Abu Jibril pada Irfan melalui telpon kemarin, sekawanan intel beberapa hari sebelum bom meledak selalu ‘mengawasi’ gerak-gerik Abu Jibril. Penyamaran yang dilakukan intel-intel ini diakui Abu Jibril makin intensif sebelum sebuah bom meledak di pekarangan rumah yang dikontraknya.

"Saya yakin intel itu pasti ada untuk orang seperti saya," tutur Abu Jibril seperti diceritakan pada Irfan. Kesaksian ini juga diungkap sejumlah warga. Menurut tetangga Abu Jibril, dua minggu sebelum kejadian ada intel yang menyamar sebagai tukang bakso atau tukang becak.

Karena itu, Abu Jibril yakin meledaknya bom itu hanya sebagai pembuka jalan bagi aparat kepolisian untuk memeriksa atau menggeledah isi rumahnya. "Kalau tidak ada kejadian seperti ini, polisi tidak bisa masuk ke rumah saya," kata pria berjenggot ini. (cha)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hidayatullah Mantapkan Dakwah Keumatan
Tulisan selanjutnya Hidayatullah Lepas Relawan Guru Menuju Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?