Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Depag Sulteng Khawatir Kasus Mahdi Ada unsur Adu Domba

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Oktober 2005 04:26
Bagikan
Bagikan

Kamis, 27 Oktober 2005

Hidayatullah.com–Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Sulawesi Tengah Abdul Aziz Godal mengatakan kemungkinan ada kelompok yang menghasut umat Islam di Salena hingga melawan petugas dan berakibat tiga orang polisi dan seorang warga desa itu meninggal dunia.

"Saya masih ragu kalau ada kasus ajaran agama Islam sesat dikembangkan di Dusun Salena sebab di sana selama ini aman-aman saja," kata Aziz Godal di Palu menanggapi tragedi Salena tersebut.

Godal mengatakan masyarakat yang bermukim di kaki Gunung Gawalise wilayah Kabupaten Donggala itu, sekitar 10 km dari pinggiran barat Kota Palu, hampir seimbang jumlah populasi pemeluk agama Islam dan agama Kristen.

"Saya khawatir ada kelompok tertentu yang mengandu domba kedua umat ini dengan tujuan peristiwa Poso terulang kembali di Palu dan sekitarnya," katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia bahkan mensinyalemen ada kemungkinan pihak tertentu datang melapor kepada aparat bahwa di dusun itu berkembang aliran agama Islam sesat dan kemudian menghasut umat Islam di Salena melawan petugas yang berusaha menangkap pemimpin mereka setelah menerima laporan tersebut.

Namun, Godal mengatakan untuk memastikan keadaan sesungguhnya pihaknya telah menugaskan Kandep Agama Kabupaten Donggala turun ke lapangan melihat keadaan sebenarnya dan sesegara mungkin membuat laporan kronologis kejadian itu.

Menurut Godal kalau mengacu pada ceritera penduduk setempat yang sampai ketelinganya ajaran Islam sesat yang dikembangkan imam Dusun Salena yang menamakan dirinya Imam Mahdi masih memerlukan pembuktian.

"Kita tak boleh gegabah menyikapi kasus ini supaya tidak keliru mengantisipasinya," katanya

Sejak kasus bentrokan pengikut Mahdi dengan apatar, berbagai komentar berkembang menyikapi ajaran yang dibawa Mahdi (32). Menteri Agama M Maftuh Basyuni menyebut kelompok Mahdi sebagai aliran sesat. Mereka disebut-sebut telah keblinger mengikuti ajaran Mahdi.

Sebagaimana diketahui,  Selasa (25/10) aparat keamanan bentrok dengan para pengikut Mahdi yang menyebabkan tewaskan pihak polisi. Bentrok terjadi karena pengikut Mahdi melawan ketika akan diperiksa polisi menyangkut ajarannya.

Polisi berniat memeriksa setelah warga masyarakat melaporkan perihal  ajaran yang disebarkan oleh Mahdi karena dianggap sesat. Konon, Mahdi,  menganggap Islam tidak perlu puasa dan shalat.

"Ajaran Mahdi itu sangat sesat dan ini sudah keblinger namanya," kata Basyuni kantor Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan bentrokan antara pihak kepolisian dengan pengikuti ajaran Mahdi.

Namun Kakanwil Depag Sulteng, Azis Godal menolak sebutan ajaran Mahdi sebagai ajaran agama. Menurut Godal, apa yang dikembangkan Mahdi hanya budaya.

"Apa yang diajarkan Mahdi bukan ajaran agama. Mahdi dan para pengikutnya lebih tepat mengembangkan budaya tertentu di masyarakat," kata Azis Godal kepada wartawan di kantor Al Khairaat, Jalan Aljufri, Palu Barat, Rabu (26/10).

Sebagai tindak lanjut, Azis mengatakan pihaknya tengah menurunkan tim untuk menelisik budaya warga Desa Buluri, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah tersebut. "Kalau dilihat dari sejarahnya, mereka ini penganut budaya yang mereka kembangkan sendiri. Apa yang mereka lakukan bukan ajaran agama, tetapi bagian dari budaya."

Kasus ini memang belum jelas. Karena itu berbagai pihak harus lebih jernih melihat persoalan. (ant/sib/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menyikapi Feminisme dan Isu Gender (1)
Tulisan selanjutnya Liga Arab Tolak Sanksi Pada Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?