Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

50 Persen Dosen di Indonesia Belum S2

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Agustus 2008 10:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dari 120.000 dosen tetap di Indonesia, 50,65 persen atau sekitar 60.000 di antaranya belum berpendidikan S2, kata Direktur Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Departemen Pendidikan Nasional, Prof Dr Muklas Samani di Bogor, Jawa Barat, Rabu, kemarin.

"Padahal undang-undang kita mensyaratkan dosen perguruan tinggi minimal S2 untuk mengajar," kata Muklas pada pembukaan pertemuan pimpinan pascasarjana PTN se Indonesia di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB).

Jumlah dosen di seluruh Indonesia tercatat 240 ribu, dan 120 ribu di antaranya adalah dosen tetap.

Pertemuan tahunan yang digelar pada 6-7 Agustus ini diikuti oleh 138 pimpinan sekolah pascasarjana dari seluruh Indonesia.

Untuk menuju perguruan tinggi kelas dunia, kata Muklas, dibutuhkan dosen yang berkualitas pula.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

"Disinilah pentingnya sekolah pascasarjana meningkatkan mutunya sehingga menjadi berkelas dunia. Dengan demikian sarjana S2 yang dihasilkan pun juga berkelas dunia, dan akan berpengaruh pada lulusan under graduate (S1)," kata dia.

Perguruan tinggi juga harus berkolaborasi di bidang riset dan program edukasi dengan perguruan tinggi lain di dalam maupun luar negeri dalam upaya peningkatan kualitas tersebut.

"Sekarang ini yang banyak dilakukan adalah kolaborasi dalam riset. Kita tengah mendorong kolaborasi dalam program edukasi," kata Muklas.

Salah satu program yang akan terus dikembangkan adalah "twinning program" atau "double degree" dengan perguruan tinggi asing untuk pendidikan pascasarjana.

"Misalnya IPB membuat program pendidikan bersama dengan universitas lain di luar negeri yang peringkatnya berada di atas IPB," kata dia.

Melalui kolaborasi semacam itu, jelas dia, lulusan perguruan tinggi di Indonesia juga akan diakui sama dengan perguruan tinggi kelas dunia yang menjadi rekanan kerjasama.

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia sudah melakukan kolaborasi semacam itu di antaranya Universitas Sriwijaya dengan perguruan tinggi di Jepang, UGM dengan ANU di Australia.

Ia mengakui, program "twinning" tersebut baru bisa dijalankan untuk pendidikan pascasarjana. "Untuk undergraduate agak berat karena kondisi lulusan SMA kita belum mendukung."

Sementara kolaborasi dengan sesama perguruan tinggi dalam negeri dilakukan dalam bentuk aliansi untuk peningkatan kapasitas, terutama untuk membantu perguruan tinggi yang berada di daerah, kata Muklas. [ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hapus Rajam Setelah “Tekanan” HAM
Tulisan selanjutnya Ditemukan, Program Pelacak Jamaah Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?