Hidayatullah.com–Penentuan awal puasa atau bulan Ramadhan tahun ini diperkirakan tidak akan mengalami perdebatan panjang. Pasalnya, awal bulan Ramadhan yang ditentukan NU dan Muhammadiyah Jatim kemungkinan jatuh pada tanggal yang sama alias bareng.
Hal ini diketahui setelah Badan Hisab Rukyat (BHR) Kanwil Depag Jatim menggelar rapat dengan semua perwakilan ormas di Kantor Depag Jatim, Selasa (4/8) lalu.
Rapat itu dihadiri perwakilan dari ahli falakiyah Jatim, NU, Muhammadiyah, Pengadilan Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Urusan Agama Islam (Urais) Depag Jatim, dan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).
Dalam rapat, mereka menyepakati hitungan hisab menentukan awal Ramadhan jatuh pada 22 Agustus 2009 dan Hari Raya Idul Fitri diputuskan jatuh pada 20 September 2009.
Koordinator Rukyatul Hilal PWNU Jatim Sholeh Hayat mengatakan, dalam hitungan hisab penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri ada kesamaan. Meski demikian, pihaknya masih belum dapat memutuskan, apakah 22 Agustus 2009 sebagai tanda awal Ramadhan.
NU, kata Sholeh, akan tetap melakukan tahapan penentuan awal Ramadhan melalui rukyatul hilal (pengamatan terhadap bulan dengan mata telanjang). “Jadi, kami belum bisa memutuskan. Karena masih perlu melakukan rukyatul hilal pada 20 Agustus 2009 nanti sebagai kewajiban syariat,” ujarnya usai mengikuti rapat.
Dikatakan, jika hasil ijtima’ (dari hisab) pada 20 Agustus pukul 16.29.50 WIB nanti, tinggi hilal (bulan) sekitar 0 derajat atau posisi hilal di bawah ufuk, maka awal Ramadhan kemungkinan akan terjadi bersamaan antara NU dan Muhammadiyah, yakni jatuh pada Sabtu, 22 Agustus 2009.
“Kalau melihat hasil hisab berarti bulan Sa’ban akan berjalan 30 hari. Ini berarti awal Ramadhan kemungkinan besar akan sama,” jelas Sholeh.
Demikian juga dengan penentuan Idul Fitri, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim ini juga memperkirakan terjadi kesamaan. Karena berdasar hisab tim PWNU Jatim, awal Syawal jatuh pada 20 September 2009. Karena ijtima’ pada 19 September 2009 tepat pukul 01.33.23 WIB dengan tinggi hilal 7 derajat.
“Dengan ketinggian hilal seperti itu, kemungkinan 1 Syawal akan jatuh pada 20 September,” imbuhnya.
Untuk memutuskan kapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1430 H, PWNU Jatim menjadikan 11 lokasi sebagai tempat melakukan rukyatul hilal. Seperti Pantai Gebang Bangkalan, Tanjung Kodok Lamongan, Bukit Gipo Giri Gresik, Pantai Kenjeran Surabaya, Jembatan Surabaya – Madura (Suramadu), Pantai Serang Blitar, Pantai Selatan Malang, Pantai Plengkung Banyuwangi, Pantai Ambet Pamekasan, Pantai Sraung Pacitan, dan Pulo Giri Ketapang.
Sementara itu Muhammadiyah Jatim menetapkan hari pertama puasa Ramadhan kali ini pada Sabtu, 22 Agustus 2009. Hal ini didasarkan pada hasil Musyawarah Majelis Tarjih Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim pada 18 Juli 2009.
Sekretaris PWM Jatim Nadjib Hamid mengatakan, penetapan hari pertama Ramadhan 1430 H ini didasarkan pada perhitungan sistem hisab hakiki dengan markas Tanjung Kodok, Paciran, Lamongan.
Hasilnya, ijtima’ akhir bulan Sya’ban 1430 H terjadi pada Kamis kliwon, 20 Agustus 2009, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1430 H, pukul 17.03 WIB. Sedangkan Idul Fitri 1 Syawal 1430 H jatuh pada Minggu (Ahad) legi 20 September 2009. “Sehingga usia Ramadhan menjadi 29 hari,” terangnya. [sur/hidayatullah.com]