Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

MUI Minta Tak Buru-Buru Bongkar Masjid

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Maret 2010 13:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Wakil Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr KH ali Mustafa Yaqub, MA mengatakan bangunan masjid atau mushalla di Indonesia sepanjang kiblatnya menghadap ke arah barat, tidak perlu diubah, dibongkar dan sebagainya.

Kalau bangunan masjid atau mushalla di Indonesia yang kiblatnya menghadap ke arah barat, jangan diubah atau dibongkar. Cukup diluruskan saja shafnya, papar KH Ali Mustafa Yaqub kepada wartawan di Kantor MUI Pusat, Senin (22/3). Hadir mendampingi KH Ali Mustafa antara lain Ketua MUI Nazri Adlani, Sekretaris Komisi Fatwa Aminuddin Yaqub dan Sekretaris MUI Amrullah Ahmad.

Menurut KH Ali Mustafa, ketentuan hukum Islam bahwa kiblat bagi orang yang shalat dan dapat melihat Ka’bah adalah menghadap ke bangunan Ka’bah (ainul Ka’bah), sedangkan kiblat bagi orang yang shalat dan tidak dapat melihat Ka’bah adalah arah Ka’bah (jihat al Ka’bah).

Letak geografis Indonesia yang berada di bagian timur Ka’bah/makkah, maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah barat, paparnya seraya menambahkan untuk itu bangunan masjid atau mushalla di Indonesia sepanjang kiblatnya menghadap ke arah barat, tidak perlu diubah atau dibongkar.

Dia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW: “Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda: Menghadaplah kiblat, kemudian bertakbirlah (takbiratul ihram) (HR. Imam Bukhari). Dia juga mengutip hadits lain: Dari Atho dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW bersabda:Ka’bah adalah kiblat bagi orang yang shalat di masjidil haram, dan masjidil haram adalah kbilat bagi penduduk yang tinggal di tanah haram (makkah), dan tanah haram (Makkah) ada kiblat bagi penduduk bumi di timurnya dan di baratnya dari umatku.“

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pengukuran gratis

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Dr H Rohadi Abdul Fatah mengatakan Kementerian Agama melayani masyarakat Islam dalam hal pengecekan dan pengukuran arah kiblat masjid dan mushalla secara gratis.

Untuk mendapatkan layanan gratis, masyarakat dapat menghubungi Kementerian agama Pusat/Daerah/Kabupaten/Kota dengan mengajukan surat permohonan untuk pengecekan atau pengukuran masjid atau mushalla, kata Rohadi kepada Pelita di Jakarta, Senin (22/3). Penegasan ini berkaitan dengan banyaknya masjid atau mushalla di Indonesia tidak mengarah kiblat secara benar.

Menurut Rohadi sekarang ini kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan telah memberikan kemudahan kepada manusia untuk menentukan posisi yang tepat mengarah ke Ka’bah, misalnya dengan teknologi komputer dan satelit atau dengan yang paling sederhana, navigasi yang telah Allah SWT berikan sejak dahulu yaitu matahari, karena pada tanggal 27 atau 28 Mei jam 16:18 WIB, dan 15 atau 16 Juli jam 16:28 WIB posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah, sehingga bayang-bayang benda dipermukaan bumi pada jam tersebut mengarah ke Ka’bah.

Jika arah tersebut telah kita temukan, berdasarkan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi, maka hasil tersebut merupakan ijtihad yang wajib dipergunakan, ucapnya seraya menambahkan bahwa untuk sampai kepada kesimpulan arah mana yang paling tepat, kita perlu melihat data dan sistem yang dipakai serta siapa dan alat apakah yang dipergunakan dalam melakukan pengukuran arah kiblat tersebut sehingga hasil yang didapat benar-benar akurat.

Menurut pengamatan Kementerian Agama, lanjut Rohadi, arah kiblat masjid-masjid yang tersebar di tengah masyarakat satu sama lain masih ada perbedaan-perbedaan arah kiblatnya. Perbedaan ini dapat mencapai nilai 20 derajat bahkan dapat lebih besar lagi.

Sebelumnya, pakar astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.Moedji Raharto kepada  hidayatullah.com di Bandung juga mengatakan, arah kiblat memang bisa di sebabkan karena adanya bencana alam, misal gempa bumi Meski demikian, pengamat astronomi menilai, masyarakat diharap jangan buru-buru merobah arah kiblat. 

“Namun umat Islam jangan buru-buru dulu mengubah arah kiblat apalagi sampai membongkar masjid,” ungkapnya.

Menurut Moeji, setiap tahun pergeseran lempeng tektonik memang selalu ada namun relatif kecil dan hanya beberapa millimeter saja pertahunnya. Hal ini bisa di abaikan dalam menentukan arah kiblat.

“Pergeseran hingga 30 cm, itu hanya akan mengubah posisi kurang dari sepersatu juta derajat saja.Sehingga praktis tidak mengubah posisi arah kiblat masjid atau arah kiblat kita saat shalat di luar masjid.Jadi jangan buru-buru mengubah arah kiblat,” imbuh Moedji yang juga aktif menjadi Peneliti Senior di Observatorium Bosscha ITB Lembang Bandung ini. [pel/hid/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Majelis Ulama IndonesiamasjidMUIold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Permintaan Maaf Paus Benediktus XVI Ditolak
Tulisan selanjutnya LM3: Aneh Jika Ada Umat Islam Menolak Fatwa Haram Merokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?