Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Permintaan Maaf Paus Benediktus XVI Ditolak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Maret 2010 02:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para korban pelecehan dan kekerasan seks Gereja Katolik menolak surat permintaan maaf Paus Benediktus XVI. Menurut para korban, mereka sengaja menolak pemintaan maaf itu karena pemimpin utama Katolik Roma, Paus Benediktus dalam suratnya tidak menjanjikan akan menindak para pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Televisi Prancis Channel 5 melaporkan, “Hari Ahad, para korban pelecehan seksual buka mulut di Gerejak Katolik Montreal.”

Hari Sabtu, Paus Benediktus XVI, menyampaikan permintaan maaf kepada para korban pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh pastor di Irlandia. Paus juga mengumumkan penyelidikan formal Vatikan terhadap Keuskupan Roma Katolik Irlandia dan seminari tempat skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak tersebut.

Dalam beberapa pekan belakangan ini, Vatikan berusaha menahan diri menyangkut meluasnya skandal pelecehan terhadap anak-anak oleh oknum pastor di beberapa negara Eropa mencakup Irlandia, Jerman, Austria dan Belanda.

“Kalian telah menderita secara memalukan dan saya benar-benar meminta maaf. Saya secara terbuka menyatakan sangat merasa malu dan penyesalan yang dalam yang kita semua merasakannya,” kata Paus Benediktus dalam sepucuk surat terbuka kepada rakyat Irlandia mengenai kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh uskup di Irlandia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan Murphy, yang dipublikasikan pada November mengungkapkan bahwa gereja di Irlandia “secara jelas” mendiamkan kasus pelecehan anak di Keuskupan Dublin dari tahun 1975 hingga 2004, dan menerapkan kebijakan “jangan bertanya, jangan mengatakan.”

Penipuan

Sementara itu, oleh para korban, permintaan maaf Paus tanpa disertai tindakan disiplin terhadap para pemimpin Katolik Roma atas kesalahan yang telah mereka perbuat dinilai hanya penipuan.

Menurut publik, surat permintaan maaf Paus Benediktus XVI itu hanya ditujukan khusus kepada umat Katolik di Irlandia. Padahal pelanggaran seks yang dilakukan oleh para rohaniwan bertebaran di seluruh dunia.

“Saya menilainya sebagai penipuan, karena kita tahu bahwa ini adalah masalah global dan sistemik yang terjadi di gereja seluruh dunia,” kata Colm O’Gorman, salah seorang pendiri perkumpulan para korban, yang ketika remaja juga pernah mengalami pelecehan seksual oleh seorang pendeta di Irlandia pada awal tahun 1980-an.

“Ini masalahnya adalah bagaimana melindungi institusi, dan yang paling penting, kekayaannya.” ujarnya.

“Kontribusi paling besar yang bisa dilakukan oleh Paus adalah menghentikan pelanggaran atas korban, tapi, ia bahkan tidak melakukannya,” imbuh O’Gorman kepada NYT.

Sebagaimana diketahui, banyak umat Katolik Irlandia berharap akan ada tindakan nyata untuk menangani kasus itu. Namun, dalam suratnya, Paus Benediktus XVI sama sekali tidak menyinggungnya. Dia hanya memberikan resep yang harus dilakukan oleh umat Katolik dan juga para rohaniwan, yaitu meningkatkan iman mereka dan rajin pergi ke gereja.

“Ada kecenderungan kuat untuk menggiring masalah ini hanya sebagai masalah keimanan, padahal masalahnya adalah manajemen gereja dan kurangnya akuntabilitas,” kata Terrence Mc Kiernan, pendiri dan Presiden Bishop Accountability yang melacak dan merekam jejak kasus pelanggaran yang dilakukan oleh rohaniwan gereja.

Sebelumnya, untuk menunjukkan rasa “malu dan penyesalan” atas apa yang disebutnya perbuatan “dosa dan kriminal” yang dilakukan oleh rohaniwan Paus membacakan surat permintaan maaf dan penyelasan kepada publik.

Namun, langkah Paus kurang diharapkan korban. Dia juga tidak menjelaskan kekhawatiran para kritikus, mengenai peraturan Vatikan yang mereka anggap membiarkan pelanggaran semacam itu tidak dikenai sanksi.

“Kalian telah menderita dan saya sangat menyesal,” tulis Paus dalam surat kepada umat Katolik Irlandia yang sudah lama dinanti, dan juga dimuat di situs Gereja Vatikan.

“Kepercayaan kalian telah dikhianati dan martabat kalian telah dilanggar,” tulisnya.

Menurut New York Times, Paus mengambil langkah yang cukup langka dalam menangani kasus ini. Dia mengirim utusan khusus gereja guna menyelidiki pelanggaran yang terjadi.

Namun publik bertanya-tanya mengenai hasil penyelidikan tersebut, karena banyak terdapat perbedaan dalam laporan yang dihasilkan, antara penyelidikan pihak gereja dengan pemerintah Irlandia. Dalam satu laporan disebutkan telah terjadi pelanggaran sistematis di sekolah-sekolah yang dikelola gereja. Laporan lain mengungkap bahwa polisi Irlandia dan gereja secara sistematis bersekongkol menutupi kasus pelanggaran seksual para pendeta di Dublin selama puluhan tahun.

Sebelumnya pada tahun 2008 Paus telah meminta maaf atas skandal seks rohaniwan, ketika ia bertemu dengan para korban di Amerika Serikat. Dan surat kemarin adalah sebagai salah satu cara meredam keresahan akibat bermunculannya kasus serupa di banyak negara, yang tidak hanya mengancam kedudukan pemimpin gereja Irlandia, tapi juga kedudukan Paus.

Paus juga tidak meminta pemimpin gereja Irlandia, Kardinal Sean Brady, untuk megundurkan diri. Padahal kardinal itu telah mengatakan sebelumnya, ia akan mundur jika Paus meminta, setelah terungkap bahwa ia terlibat dalam penyelidikan gereja dan memaksa dua orang anak membuat sumpah rahasia. [irb/afp/cha/hidayatullah.com]

Foto: courtesy Getty Images

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepaus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mayoritas Perokok Umat Islam Dan Orang Miskin
Tulisan selanjutnya MUI Minta Tak Buru-Buru Bongkar Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?