Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Taufik Ismail Baca Puisi Saat Sidang Uji Matari UU PNPS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Maret 2010 15:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Budayawan dan penyair Taufik Ismail menyampaikan pendapatnya pada sidang Uji Materi UU No 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama sebagai saksi ahli dari Mahkamah Konstitusi (MK) dalam bentuk puisi.

Berjudul “Tebing Betapa Curam, Jurang Betapa Dalam, Tak Tampak Kedua-duanya”,  sejenak membuat terhenyak  hadiri di ruang sidang.

Dalam puisinya itu, Taufiq sempat menyindir langkah tim pemohon uji materi menghadirkan ahli dari luar negeri, Prof. W. Cole Durham.

“Kita bingung ini dan harus mendapat solusi. Mari kita hubungi orang yang ahli. Yang ahli itu pastilah orang luar negeri. Yang jago dalam teori dan kita kagumi. Dengan retorika penuh erudisi. Yang penting liberal, walau kolonial, kita tak peduli,” sindir dia dalam puisinya, di atas mimbar Ruang Sidang Pleno Gedung MK, Jakarta, Rabu (24/03).

Dalam puisi itu Taufik mengibaratkan langkah para pemohon Uji Materi UU Penodaan Agama sebagai pagar yang mencegah warga desa terjatuh ke jurang. Ia menggambarkan pagar itu terbuat dari kayu dan terbatas kekuatannya. Dia menyebut para pemohon sebagai orang yang tidak waras alias gila.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Maaf ya, maaf. Kalian yang mau cabut pagar ini, kalau tidak rabun atau buta, ya gila. Tebing betapa curam. Jurang betapa dalam. Kok tak tampak kedua-duanya,” ujarnya intonatif.

Nyaris Ricuh

Sementara itu, saat jeda sidang sambil memberi waktu beristirahat siang, sempat terjadi kericuhan di sekitar Cafetaria Emka. Kejadiannya begitu cepat. Seperti diakui beberapa pengacara pemohon pencabutan UU Nomor 1/1965 tentang Penyalahgunaan/Penodaan Agama, mereka mengklaim ‘diserang’ anggota Front Pembela Islam (FPI).

“Saya dan Uli (Uli Parulian Sihombing) keluar lobi, mereka merubung, tiba-tiba ada yang menendang kaki. Menuduh munafik, kamu muslim atau tidak!” kata Nurkholis, salah seorang pengacara pemohon kepada wartawan.

Hal senada juga disampaikan kuasa hukum lainnya, Novel. Waktu itu, dia bersama Jerry sedang mengambil gambar. Lalu Novel ditendang dan dipukul oleh kelompok pendukung UU.

“Lantas saya ditarik ke belakang kantin, ternyata di samping sudah banyak massa, lalu dihadang. Dalam perjalanan, saya dihajar, dilemparin kertas. Ditonjok di perut,” ceritanya.

Namun saksi mata lain yang menyaksikan langsung kejadian tersebut memberikan kesaksian yang berbeda. Seperti dilaporkan Abdul, saksi mata yang berada di tempat kejadian bahwa sebelum terjadi bentrok, mereka sempat saling berbicara dengan tensi yang tinggi.

“Mereka berhadap-hadapan. Debat dengan tensi tinggi. Di sekitarnya ada orang yang foto-foto, saya pun ikut motret,” jelas Abdul yang ditemui hidayatullah.com di tempat kejadian.

Sebelumnya, Abdul mengaku sempat duduk-duduk sambil pasang sepatu di pelataran mushalla Emka setelah melakukan ibadah sholat dzhuhur. Sejurus kemudian, ada beberapa orang yang baru keluar dari Cafetaria Emka disambangi anggota FPI yang duduk tidak jauh dari posisi Abdul.

“Saya lihat, mereka ngobrol biasa saja awalnya. Tapi lama-lama meninggi. Seingat saya, tidak ada wawancara di situ,” cerita Abdul. Dalam kondisi seperti itu, beberapa orang mengambil gambar dengan kamera saat perbincangan meninggi.

“Tiba-tiba saja banyak kerumunan dan mereka saling dorong. Tapi tidak ada pukul-pukul kepala. Cuma saling dorong-dorong aja kok,” tukas Abdul yang sempat direbut handphone miliknya karena mengambil gambar kejadian tersebut oleh massa. [ain/hidayatullah.com]

 

Foto: Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamaFPIold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yusri Ihza: UU Penodaan Agama Harus Dipertahankan
Tulisan selanjutnya Jangan Atas Nama HAM Benarkan Gay, Lesbian, dan Biseks

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?