Hidayatullah.com–Sebanyak 40 pakar terorisme dan radikalisme dari dalam maupun luar negeri akan berkumpul di Jakarta, sebagai pembicara dalam Simposium Nasional Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme.
Menurut Ketua Panitia Simposium Nasional yang juga Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat dalam siaran pers, Senin (26/7), simposium yang digelar 27-29 Juli 2010 tersebut untuk mendorong penanganan terorisme dan radikalisme yang lebih menyeluruh.
“Bahaya yang dibawa oleh radikalisme dan terorisme demikian nyata, sementara upaya nenghadapinya belum nampak serius dilakukan. Kesan kita semua, memperlakukan bahaya ini secara business as usual (biasa saja) terlalu jelas untuk dibantah,” katanya.
Dua ratus partisipan dari berbagai kalangan seperti LSM, birokrasi, media-massa, aparat penegak hukum, agamawan, dunia usaha, dan dunia internasional, menghadiri simposium tersebut.
Simposium tersebut menghadirkan pakar-pakar dari praktisi, agamawan, dan akademisi dari dalam dan luar negeri. Simposium nasional itu direncanakan akan dibuka oleh Presiden Bambang Susilo Yudhoyono dan dilanjutkan dengan paparan dari Menko Polhukam Djoko Suyanto dan Kapolri Bambang Hendarso Danoeri.
“Seluruh pembicaraan nanti akan menjadi masukan bagi pemerintah,” katanya. [ant/hidayatullah.com]