Hidayatullah.com–Pemimpin Islamic Movement di Palestina pendudukan, Syeikh Raed Salah, menyatakan bahwa Zionis Israel berada di ujung tanduk kehancuran. Pernyataan itu disampaikan Raed Salah sebelum beliau masuk ke penjara Israel.
Kepada Televisi Al-Alam, Raed Salah yang dijatuhi hukuman lima bulan penjara oleh pengadilan Israel menyebut pemenjaraan dirinya sebagai hal yang tidak penting.
Raed Salah hari Senin (26/7) sebelum dipenjarakan di tahanan Zionis, sempat mengatakan bahwa penjara Israel akan musnah dan Masjidil Aqsa akan kekal.
“Penjara-penjara akan musnah. Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsa akan kekal.”
Seraya memperingatkan konspirasi Israel untuk membagi Masjid Al-Aqsa menjadi bagian milik umat Islam dan bagian lainnya milik pemeluk Yahudi, Raed Salah mengatakan, “Sangatlah mungkin bahwa Israel akan menggelar perang baru di kawasan untuk menggapai ambisinya.”
Sebelum ini, media-media Arab sempat melaporkan Syeikh Raed terluka parah akibat serangan tentara Israel yang menyerang konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla di kapal Mavi Marmara. Syeikh Raed bahkan sempat dikabarkan terbunuh.
Syeikh Raed Salah adalah pemimpin Gerakan Islam di Israel, sebuah kelompok Islam yang dibentuk oleh orang-orang Arab warga Israel.
Ulama Palestina ini pernah ditangkap oleh Israel seiring dengan meningkatnya ketegangan di Yerusalem.
Ia ditahan dengan tuduhan memicu kerusuhan yang terjadi di kota itu. Salah, juga pernah di tahan Israel pada tahun 2003 dengan tuduhan memberikan bantuan dana kepada Hamas. Belum lama ini ia menyeru kepada umat Islam untuk mempertahankan Masjid Al-Aqsa.
Karena kegigihannya dalam membela harkat dan hak Palestina, Israel pernah putus asa menghadapinya. [irb/hid/hidayatullah.com]