Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ramadhan Bulan “Jihad” dan Bulan Kemenangan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2010 13:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ramadhan memang bulan penuh berkah dan kemenangan. Bagi orang-orang beriman keberkahan tersebut tentu tidak serta-merta dapat diraih hanya dengan berpangku tangan karena lelah menjalankan ibadah puasa.
 Sebaliknya produktivitas dan aktivitas di bulan suci kian ditingkatkan dan dioptimalkan. Karenanya Ramadhan juga dipahami sebagai “bulan jihad”. Sebab beberapa perang yang dilakukan Nabi di bulan Ramadhan benar-benar meraih kemenangan gemilang.
 Mengenai Ramadhan sebagai bulan jihad, Dr. Zain al-Najah menjelaskan bahwa jihad dimaksud adalah kesanggupan seorang mukmin untuk bersabar  dan taat atas syariat Allah SWT. Selain itu, pakar fikih ini juga menghadirkan beberapa fakta sejarah mengenai kemenangan umat Islam dalam perang melawan kebatilan yang diserukan orang-orang kafir.
 “Jihad dalam bulan Ramadhan itu ada dua. Pertama yang berdimensi ruhiyah seorang mukmin untuk berlatih sabar, menahan hawa nafsu dan berusaha sekuat tenaga menghindari maksiat. Intinya “jihad” di bulan Ramadhan menjalankan semua itu dengan kesungguhan yang luar biasa.”
 “Kedua, “jihad” dalam arti istilahnya yakni perang. Jika “jihad” pada dimensi ruhiyah berhasil dilakukan umat Islam tentu “jihad” dalam arti perang pasti akan membawa kemenangan,” jelasnya kepada hidayatullah.com.
 Zain menghadirkan beberapa fakta sejarah berupa peristiwa perang yang terjadi di bulan Ramadhan yang semuanya berbuah kemenangan.
“Perang Badar, umat Islam yang jauh tertinggal secara kuantitas mampu melawan dan mengalahkan kaum kafir Quraisy ketika itu. Perang tersebut terjadi pada tahun kedua hijriyah di bulan suci Ramadhan.”
 “Kemudian Fathu Makkah (pembebasan kota Mekkah) pada tahun kedelapan hijriyah. Kembali umat Islam meraih kemenangan spektakuler, menang tanpa setetes darah pun tertumpahkan,” ungkapnya dengan penuh semangat. Mengapa justru disaat-saat puasa, umat Islam bisa meraih kemenangan. 
 Zain yang juga aktif dalam studi pemikiran Islam INSISTS itu menjelaskan karena target dari Ramadhan telah terpenuhi.
 “Kemenangan-kemenangan yang luar biasa itu terjadi karena puasa benar-benar dipahami sebagai sebuah media untuk menjadi insan yang bertaqwa. Para sahabat ketika itu benar-benar mengendalikan diri dan tidak berbuat kecuali atas landasan syariat, bukan sekedar keinginan apalagi nafsu. Itu sebabnya mengapa dikatakan bahwa “jihad” melawan nafsu itu sebagi “jihad” akbar,” jelasnya.
 Oleh karena itu, pakar fikih ini mengajak umat Islam benar-benar menjadikan bulan Ramadhan kali ini sebagai bulan jihad untuk meraih kemenangan dan kemuliaan bersama.
 “Ya sekarang kita harus benar-benar siap berjuang mengendalikan diri. Sebab sukses di bulan Ramadhan akan membawa sukses dibulan lain. Insyaallah dengan kemampuan kita mengendalikan diri, kebaikan-kebaikan dan kemenangan-kemenangan umat Islam akan segera menjelang,” katanya. [imam/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ISP tak Blokir Porno, Langsung Berhadapan Hukum
Tulisan selanjutnya Hadapi ABG Suka Ngabuburit dengan Dakwah Kreatif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar

Berita
29 September 2026 19:17
Hujan Deras Merendam Bangkok
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?