Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

Hadapi ABG Suka Ngabuburit dengan Dakwah Kreatif

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2010 13:12
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Di bulan penuh berkah ini mestinya umat Islam, khususnya generasi muda bahu-membahu menguatkan iman dan memperdalam ilmu dengan berbagai aktivitas keilmuan, baik di masjid, sekolah, ataupun tempat-tempat strategis lainnya.
 Tetapi entah kenapa, setiap Ramadhan, khususnya menjelang buka puasa, ABG di negeri ini lebih suka jalan-jalan atau nongkrong di pinggir jalan tanpa kegiatan positif yang jelas. Ironisnya tidak sedikit yang berboncengan antar lawan jenis.
 “Saya tidak mengerti dari mana kultur seperti itu muncul dan berkembang sampai sekarang,” ungkap Muhammad Ridho, Ketua Umum PB PII  kepada hidayatullah.com.
 Menurut Ridho, yang juga mahasiswa semester akhir Ilmu Sosial dan Politik UGM ini, kultur jalan-jalan atau populer dengan istilah ngabuburit itu merupakan tantangan pelajar muslim yang bergelut di bidang dakwah.
 “Ini tantangan ya. Jadi bagaimana kawan-kawan muda di seluruh pergerakan pelajar atau mahasiswa muslim dapat menemuka solusi terbaik dan turun ke medan guna menyelesaikan budaya yang tidak semestinya itu,” ungkapnya.
 Menurutnya, selain membutuhkan kematangan konsep untuk mengajak para  ABG yang hobi jalan-jalan sore itu, aktivis dakwah pelajar juga dituntut mental dan keberaniannya plus kreasi dalam dakwah.
 “Ya kita kan tidak bisa melarang mereka dengan marah-marah. Apalagi ngajak mereka langsung pindah ke masjid, beratlah. Jadi harus ada konsep yang jelas dan paling penting juga punya mental dan keberanian untuk berdakwah kepada para ABG itu. Selain itu ya perlu kreasilah agar mereka bisa tertarik dengan kegiatan-kegiatan yang lebih positif lagi.”
 “Misalkan dengan nimbrung ke tempat dimana ABG itu ngumpul, kemudian kita melantunkan lagu nasyid di sana. Bahkan kalau perlu adatenda-tenda kecil kita buat dengan berbagai kegiatan positif yang dapat mengalihkan perhatian mereka ke kita,” katanya.
 Fenomena ABG jalan-jalan di sore hari menunggu waktu berbuka puasa, menurutnya selain menjadi tanggung jawab aktivis dakwah juga mesti dipikirkan oleh tokoh masyarakat dan pemerintah.
 “Mestinya pemerintah tidak berpangku tangan dengan fenomena ABG kita yang demikian apalagi tokoh masyarakat. Soalnya mereka itu aset, pejuang bangsa masa depan. Lha kalau dibiarin apa jadinya. Apalagi ini kan Ramadhan.”
 “Kenapa tidak, pemerintah bekerja sama dengan aktivis dakwah pelajar untuk mengarahkan ABG yang seperti itu menjadi lebih baik. Toh jelas gak semua bisa diatasi pemerintah sendirian. Tapi ngomong-ngomong, mau nggak pemerintah ngeluarin dana untuk kegiatan seperti itu, itu masalahnya” tuturnya. [imam/hidayatullah.com]
 foto: pemandangan ngabuburit remaja Bandung

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan Bulan “Jihad” dan Bulan Kemenangan
Tulisan selanjutnya Obama Restui Pembangunan Masjid di Ground Zero

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?