Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ulama Prihatin Terhadap Kekerasan di Masyarakat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2010 13:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan kekhawatirannya atas perkembangan kekerasan di masyarakat dalam konflik terbuka. Hal ini diungkapkan MUI di tengah-tengah acara konferensi pers MUI menyoroti Festival Film Homoseksualitas dan perkembangan kekerasan di masyarakat, Kamis sore (30/9) di Jl.Proklamasi No.51 Menteng Jakarta Pusat.

“Kami sangat prihatin atas kekerasan yang berkembang di masyarakat, kami harap pemerintah bersama kekuatan komponen masyarakat melakukan pendekatan dan pembinan,” kata Ketua MUI Pusat,   KH.Ma’ruf Amin.

Menurut Ma’ruf Amin, pemerintah, khususnya aparat keamanan agar aktif dan proaktif di dalam mencegah tangkal terhadap berkembangnya konflik sosial.

“Polisi dan aparat penegak juga hukum hendaknya tegas, adil, proporsional, dan profesional dalam mengambil langkah dan tindakan,” tambahnya.

Menurut MUI, aparat penegak hukum harus pula,memperhatikan azas praduga tak bersalah dalam menangan berbagai macam konflik dan menekan jumlah korban konflik tersebut.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam menangani konflik-konflik terbuka pemerintahan aparat penegak hukum harus melibatkan tokoh-tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat setempat.

Masyarakat pun diimbau oleh MUI agar mengembangkan sikap hidup positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Masyarakat harus terus membangun sikap saling menghormati, saling mencntai atau tawaddud dan saling mengasihi atau tarrahum dalam kehidupan sosial,” tandas Kiai Ma’ruf.

Frustasi Sosial

Sementara itu, pengamat menilai, pemandangan kekerasan yang terjadi di masyarakat tak lain akibat frustasi sosial dan pemandangan kaum elit. Lemahnya penegakan hukum dan pertikaian elite bangsa yang sering kali ditayangkan di media massa menjadi pemicu kekerasan itu.

”Masyarakat dilanda frustrasi sosial. Orang cenderung melihat hidup tak lagi mempunyai makna. Hidup orang lain cenderung dinilai sangat murah, sama sekali tak dihargai martabatnya sebagai manusia,” ujar William Chang sebagaimana dikutip Kompas.

Sementara itu, di media yang sama, Guru Besar Psikologi dari Universitas Indonesia Sarlito Wirawan Sarwono melihat, maraknya aksi kekerasan massa dipicu oleh terlalu seringnya tokoh bangsa berantem dan berdebat tanpa ujung di media massa, khususnya televisi.

”Dalam teori psikologi, ada namanya teori modeling. Ilustrasinya, jika anak kecil diberi tayangan film yang di dalamnya ada adegan memukuli boneka, saat anak itu diberi boneka, ia akan ikut-ikutan memukuli boneka. Jika di film itu bonekanya dibelai dengan kasih sayang, si anak itu juga akan membelainya dengan kasih sayang,” katanya.

Dalam hal ini, lanjut Sarlito, media massa, terutama televisi, perlu lebih menahan diri untuk tidak membesar-besarkan polemik tokoh.

Guru Besar Kriminologi UI Adrianus Meliala mengatakan, apa yang terjadi di bawah umumnya dikendalikan dari atas (elite). Isu yang digunakan adalah isu agama dan suku.

”Kedua isu ini paling menguntungkan dan berbuah bagus untuk kepentingan mereka. Sebab itu, mereka berulang kali memakai dua isu ini untuk menggalang kekuatan massa di jalanan melakukan tindakan destruktif,” kata Meliala.  

Meliala menduga, institusi negara dan institusi politik terlibat dalam banyak kasus kekerasan massa di jalanan. ”Mereka bisa bersikap pasif dengan melakukan pembiaran atau bersikap aktif dengan ikut mendorong terjadinya benturan,” ucapnya. Jadi apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini?  [bil/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI dan Ormas Islam Tolak Festival Gay
Tulisan selanjutnya Israel Tangkap Tiga Pemuda Palestina Saat Bentrokan di Issawiya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?