Hidayatullah.com–Para dai, muballigh, dan guru agama diimbau turut andil dalam upaya penyembuhan korban bencana dari rasa trauma (trauma healing). Dai jangan sampai kalah aktif dengan para artis. Imbauan ini disampaikan Wakil Ketua PP Hidayatullah Drs Hamim Thohari, MSi.
Keterlibatan dai dan guru agama sangat dibutuhkan. Apalagi dalam keadaan banyak bencana saat ini, semua orang membutuhkan sandaran dari rasa putus asa. Tidak ada sandaran hidup yang dapat diandalkan selain Tuhan Yang Maha Kuasa yang menentukan segalanya.
Dikatakan Hamim, adalah tugas para dai dan guru agama untuk menyerukan dan mengenalkan Allah kepada mereka yang terkena bencana agar hati lebih tenang, dan tentram, dan kembali bahagia.
“Kami mengimbau para dai dan guru agama terjun ke daerah-daerah bencana. Menyatu dan menjadi bagian dari mereka, mengenalkan Allah dan mengajak mereka berzikir kepada-Nya,” papar Hamim Thohari di Jakarta, Kamis (04/11).
Tidak sedikit pengungsi yang terkena bencana, baik orang tua dan anak-anak, yang mengalami trauma. Sehingga dalam hal ini, banyak usaha yang dilakukan relawan untuk mengatasinya, di antaranya mendatangkan artis.
Tidak sedikit juga anak-anak yang diajak dan diberikan mainan-mainan serta bernyanyi untuk melupakan sejenak trauma dan bencana yang dialami.
Hiburan-hiburan tersebut memang perlu dan dibutuhkan, tapi sifatnya sangat sementara. Hamim menandaskan, ibarat orang yang sakit kepala, dia hanya cukup diberi obat sakit kepala agar sakitnya mereda.
“Hiburan-hiburan tersebut bukan penyembuhan, tapi hanya sekedar menghilangkan gejala sakitnya saja,” terangnya.
Obat yang sesungguhnya dibutuhkan orang-orang yang menderita trauma pascaterjadinya bencana, jelas Hamim, adalah dorongan spiritualitas agama.
“Mari berlomba-lomba berbuat baik, jangan sampai kita didahului atau kalah dengan penghibur lainnya,” kata Hamim.
Hidayatullah menaruh perhatian besar terhadap berbagai bencana yang melanda di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk itu, PP Hidayatullah telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC), Tim Pencarian dan Pengamatan (SAR) guna membantu evakuasi korban, dan juga pelayanan kesehatan yang ditangani langsung tim kesehatan Islamic Medical service (IMS).
Sementara kegiatan pembinaan anak-anak dan pengungsi berupa kegiatan belajar baca al Quran dikoordinasi langsung oleh Pos Dai Hidayatullah. [ain/hidayatullah.com]
Keterangan foto:
Wakil Ketua PP Hidayatullah Drs. Hamim Thohari, M.Si.