Hidayatullah.com–Insiden yang melibatkan relawan bencana Merapi, Arif Rahman dengan puluhan tentara dari kesatuan Yonif 403/ Wirasada Pratista (WP) Kentungan Yogyakarta Minggu malam (08/11) akhirnya ditempuh dengan jalan damai.
Sejumlah pengurus Hidayatullah Peduli Merapi Yogyakarta semalam (09/11) berinisiatif mendatangi Markas Yonif 403/ WP yang terletak di Jalan Kaliurang Km. 6,5 Kentungan Yogyakarta. Rombongan yang dipimpin oleh Koordinator Hidayatullah Peduli, Nurhadi ditemui oleh perwakilan pimpinan Yonif 403/ WP, Lettu Wahyu Yunus beserta jajarannya.
“Pada pertemuan tersebut, kami menyampaikan kronologis kejadian versi korban, dan kondisi kesehatannya saat ini yang mengalami pusing-pusing pasca insiden pemukulan tersebut,” jelas Nurhadi. Pihaknya juga menyertakan surat keterangan dokter yang menjelaskan kondisi korban saat ini untuk diperlihatkan kepada jajaran Yonif 403/ WP.
Menurut Nurhadi, jajaran Yonif 403/ WP sudah cukup arif menyelesaikan insiden tersebut dengan melakukan klarifikasi dari kedua belah pihak.
“Baik dari pihak Hidayatullah Peduli maupun konvoi Yonif 403/ WP dimintai keterangan, dan hasilnya langsung dilaporkan ke Komandannya, Letkol Infantri H. Satrio Pinandoyo melalui telepon karena saat itu tidak berada di tempat,” ungkap pria yang sudah sering terlibat dalam penanganan bencana tersebut.
Di akhir pertemuan, kedua belah pihak akhirnya menyepakati penyelesaian yang win-win solution, dan tidak akan memperpanjang persoalan ini. Sebagaimana pengakuan Nurhadi, Komandan Yonif 403/ WP telah menyatakan permintaan maaf atas insiden pemukulan bawahannya, dan bersedia mengganti pengobatan korban hingga sembuh.
Kejadian tersebut juga diberi catatan oleh pihak Yonif 403/ WP, khususnya terkait insiden tabrakan yang melibatkan relawan Hidayatullah Peduli Merapi dengan anggota Yonif 403/ WP yang sama-sama baru menjalankan tugas penanganan bencana.
“Mereka menyampaikan, sesuai aturan, konvoi militer itu harus didahulukan dan tidak boleh menyalip iring-iringan konvoi seperti yang dilakukan oleh Arif Rahman,” terang Nurhadi.
Adapun kerusakan mobil baik di pihak TNI maupun relawan Hidayatullah Peduli Merapi, terang Nurhadi, disepakati untuk diperbaiki sendiri-sendiri. Kedua belah pihak juga menyepakati untuk menyambung silaturrahim di masa-masa mendatang. [dee/hidayatullah.com)




