Hidayatullah.com–Salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap dunia penerbitan adalah dengan meringankan pajak buku, subsidi kertas, dan memberi insentif kepada para penulis. Ini perlu mendapat perhatian sekaligus apresiasi agar makin tumbuh dan berkembangnya dunia perbukuan di Indonesia. Hal itu disampaikan mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra pada acara jumpa pers di Jakarta (1/11), berkaitan dengan rencana penyelenggaraan Islamic Book Fair (IBF) ke-10. Menurut Azyumardi, kegiatan IBF ini merupakan sarana strategis dalam rangka mempercepat tumbuhnya para intelektual Muslim yang pada kenyataannya banyak memberikan kontribusi dalam peradaban bangsa. Para ulama, dan intelektual Muslim Indonesia, kata Azyumardi, sejak lama telah menghasilkan karya-karya besar dalam berbagai ilmu Islam. Bahkan Intelektual Muslim Indonesia mendominasi intelektualisme Asia Tenggara. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua IKAPI DKI Afrizal Sinaro, pemerintah seharusnya mendukung kegiatan penerbitan, khususnya acara IBF. Afrizal memberi contoh bagaimana pemerintah Mesir, dan Jerman serius memberikan dukungan terhadap dunia penerbitan.
”Semua fasilitas kegiatan pameran buku disediakan oleh pemerintah. Para penerbit tinggal mengisi stan-stan yang sudah disediakan,” ujar Afrizal. Kini ketika terjadi perubahan kebijakan pemerintah menyangkut buku pelajaran, para penerbit besar yang selama ini dikenal sebagai penerbit pelajaran ramai-ramai menerbitkan buku Islam. ”Sekarang hampir semua penerbit memiliki lini penerbitan buku Islam,” kata Afrizal. Dari data yang diperoleh di jaringan toko buku besar, pada tahun 2010 ini buku-buku Islam memberikan kontribusi cukup besar yaitu sebesar 22 persen dari total penjualan buku. ”Jumlah ini terbesar dan terbaik,” kata Vanda dari jaringan toko buku Gunung Agung. Rencananya, pameran buku Islam terbesar di Indonesia ini akan dilaksanakan pada 4-13 Maret 2011 di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta dengan mengambil tema ”Khazanah Islam untuk Peradaban Bangsa”. Pada penyelenggaraan IBF ke-3 tahun 2005, panitia mengadakan acara penganugerahan IBF Award, yaitu penghargaan yang diberikan kepada insan perbukuan Islam di tanah air atas karya dan kontribusinya di bidang perbukuan Islam. Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dari komunitas perbukuan dalam wadah Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta kepada masyarakat, para penulis, dan penerbit buku-buku Islam di Indonesia. Proses pemberian penghargaan dimulai dengan penerimaan buku-buku dari para penerbit kemudian dilakukan penjurian oleh dewan juri yang berjumlah lima orang. Dewan juri ini dipilih oleh panitia sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Pada tahun ini panitia telah menetapkan lima orang dewan juri, yang diketuai oleh Azyumardi Azra, sedangkan anggotanya Mulyadhi Kartanegara, Ahmadun Yosi Herfanda, Ahmadi Thaha, dan Andi Yudha Asfandiyar. Pengurus IKAPI DKI Jakarta berharap IBF Award ini dapat menjadi cikal bakal penghargaan rutin bergengsi yang selalu dinantikan kehadirannya oleh insan perbukuan di seluruh penjuru tanah air. (ddg/hidayatullah.com)