Hidayatullah.com–Pada sidang pembacaan putusan hukum kepada terdakwa Ariel Paterpan oleh majelis hakim yang di gelar secara terbuka di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (31/1) sempat diwarnai insiden kecil.
Insiden bermula usai majelis hakim membacakan putusan hukum terhadap Ariel dengan hukuman 3,5 tahun penjara. Beberapa orang dari massa yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Islam (API) yang hendak masuk ke halaman Pengadilan Negeri Bandung dihadang salah satu ormas kepemudaan.
Saat mereka hendak masuk ke halaman PN, di pintu gerbang masuk mereka dihadang oleh massa ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Bandung. Tak pelak situasi tersebut memicu aksi saling dorong.
Situasi semakin memanas manakala salah seorang massa API yang bernama Asep Rahmat (18) dan Angga (15) yang diketahui dari anggota Gerakan Reformis Islam (GARIS) Garut mendapat pukulan di pelipisnya.
Pukulan tersebut menyebabkan pelipisnya mengeluarkan darah. Menurut pengakuan korban dan beberapa rekan korban pukulan tersebut dilancarkan seseorang dengan memakai seragam PP.
“Mereka yang memukul duluan, bukan kita,” teriak rekannya sambil menuntun korban keluar dari kerumunan massa.
Insiden tersebut sempat dilanjutkan dengan aksi kejar-kejaran diantara keduanya. Namun keributan tersebut tidak berlangsung menit saja, ratusan Dalmas dari Poltabes Bandung segera melerai dan mengamankan situasi.
Namun beberapa orang massa yang masih kesal segera melampiaskan kemarahannya denagan mendatangi mobil milik PP dan melemparinya dengan batu.
Lemparan tersebut mengenal mobil Mercedez tipe GE 300 bernopol D 234 WT itu mengalami kerusakan di bagian kaca depan dan kap mesin penyok.
Usai insiden tersebut, Ketua Umum GARIS, H.Chep Hernawan, di lokasi kejadian kepada hidayatullah.com memberi keterangan dan membenarkan jika ada anggotanya yang terluka.
“Ya benar,ada anggota kita yang terluka,tapi tidak serius,” akunya.
Menurut Hernawan, insiden tersebut dipicu oleh kehadiran ormas PP di persidangan Ariel yang seolah-olah menjadi pengawal Ariel.
Andaikan, pengawal Ariel itu dari kepolisian atau TNI maka hal itu adalah lumrah, ujar Hernawan. Namun kehadiran ormas PP memicu kemarahan umat. Dirinya juga mempertanyakan kehadiran ormas PP yang dalam persidangan kali ini.
”Pada sidang-sidang sebelumnya mereka tidak ada. Demo maupun orasi massa yang tergabung dalam API selalu berakhir dengan damai, tertib dan kondusif. Namun untunglah semua dapat diredam dan tidak menimbulkan tindakan yang anarkis,” jelasnya.
Pihaknya juga menyayangkan insiden tersebut terjadi. Namun demikian dirinya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada aparat kepolisian untuk melakukan pengusutan lebih lanjut.
Sementara tidak jauh dari lokasi kejadian, hidayatullah.com memcoba meminta penjelas dan klarifikasi kepada bebera orang yang masih berseragam PP, namun mereka enggan berkomentar.
”Kita akan selesaikan secara intern,” ujar seorang pengurus PP yang mengaku bernama Alex .
Hingga berita ini ditulis belum ada pihak-pihak yang ditahan aparat kepolisian, termasuk dari GARIS.
Sementara itu Chep Hernawan melaui pesan pendeknya mengabarkan,jika saat ini dirinya tengah berkoordinasi dengan Kapoltabes Bandung dan Polda Jabar seputar insiden siang tadi. *