Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Habibie Nilai Pemerintah Tak Maksimal Dukung Industri Strategis

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 1 Februari 2011 08:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Meski usianya telah bertambah, mantan Presiden BJ Habibie tetap bersemangat dan berapi-api menceritakan tentang masa depan industri strategis pertahanan nasional.

Pria yang pernah menjabat mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) ini menjelaskan dengan penuh semangat saat diundang Komisi I DPR dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di gedung DPR Jakarta, Senin (30/1).

Habibie yang merupakan salah satu tokoh yang pernah secara langsung menggawangi industri pertahanan nasional melalui PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) (kini PT Dirgantara Indonesia) itu menilai, pemerintah saat ini tidak maksimal memberikan dukungannya terhadap industri strategis pertahanan. Hal inilah yang menyebabkan industri strategis pertahanan di Indonesia tidak bisa berkembang dengan baik.

“Industri strategis pertahanan terhenti perkembangannya karena tidak didukung bantuan anggaran pemerintah,” tegas Habibie.

Habibie yang hadir sebagai narasumber dalam rapat mengenai Rancangan Undang – Undang (RUU) Pengembangan dan Pemanfaatan Industri Strategis untuk Pertahanan tersebut juga mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Begitu kecewanya terhadap pemerintah, Habibie sempat berulang kali menggebrak-gebrak meja rapat. Dia mengungkapkan, kurangnya dukungan pemerintah itu terlihat dari merosotnya industri strategis pertahanan yang ada di Tanah Air. Dia mencontohkan, PT Dirgantara Indonesia yang dulunya bernama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 1995 memiliki 15.651 karyawan. Namun, saat ini hanya tersisa 2.988 karyawan.“

Kondisi serupa juga terjadi di PT PAL Surabaya,pada 1995 karyawannya mencapai 4.464 orang, sekarang cuma 1.414 orang.Tinggal tunggu tutup saja,”tegas Habibie. Selain itu, menurut mantan menteri riset dan teknologi (menristek) ini,pengembangan industri strategis pertahanan Indonesia juga tidak pernah fokus pada kemandirian. Fokus industri strategis kini telah bergeser pada keuntungan sesaat atau keuntungan jangka pendek.  

Menurut Mahfud Siddiq, politisi PKS, pendapat dan pandangan-pandangan Habibie sangat dibutuhkan mengingat mantan Presiden RI tersebut merupakan salah satu sosok yang meletakkan pondasi bangunan kebangkitan teknologi Indonesia.

Berbagai pandangan Habibie itu juga dimaksudkan sebagai masukan untuk penyusunan RUU usul inisiatif DPR tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Industri Strategis untuk Pertahanan. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Parlemen Indonesia akan Lakukan Langkah-langkah konkrit pada Palestina
Tulisan selanjutnya M Fahmi: Ini Bukan Soal Jilbab, Tapi Akidah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?