Hidayatullah.com–Pemerintah Indonesia memberikan bantuan dua juta dolar AS (sekitar Rp18 miliar) kepada Jepang yang terkena gempa dan tsunami, serta meyakini bencana itu tidak mengubah hubungan Indonesia-Jepang.
“Indonesia memberikan bantuan senilai dua juta dolar AS kepada Jepang untuk membantu kondisi darurat akibat gempa bumi dan tsunami dan masih dimungkinkan untuk memberikan bantuan lebih besar lagi,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada Rabu (16/3) di Jakarta.
Bantuan tersebut masih untuk bantuan darurat bencana, sementara bantuan untuk fase pascabencana seperti untuk pekerjaan konstruksi dan pembangunan masih berpotensi untuk diberikan.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers didampingi oleh Wakil Menlu Jepang Makiko Kikuta yang berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri acara ASEAN Regional Forum Disaster Relief (ARF DIREX) di Manado dan pertemuan Metropolitan Priority Area (MPA) di Jakarta.
“Saya datang ke Indonesia untuk menghadiri ARF DIREX dan MPA karena Jepang dan Indonesia menjadi tuan bersama kedua kegiatan itu, dan Jepang bertekad untuk menyukseskan keduanya,” kata Wamenlu Kikuta.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Jepang tidak akan berubah meski terjadi bencana, termasuk juga dalam kemitraan strategis dengan Indonesia.
“Keinginan untuk meningkatkan kemitraan strategis dengan Indonesia tidak berubah, termasuk rencana Jepang untuk memberikan pinjaman untuk pembangungan pembangkit listrik tenaga batu bara, pembangunan infrastruktur, serta perbaikan iklim investasi,” jelas Kikuta.
Bantuan Official Development Assistance (ODA) Jepang di Indonesia dimulai dari tahun 1954, dan menurut laman resmi situs bantuan ODA Jepang di Indonesia, secara kumulatif bantuan Jepang kepada Indonesia berjumlah 29,5 miliar dolar AS (hingga 2006), menjadikan Jepang sebagai negara donor terbesar Indonesia.
Wamenlu Kikuta mengatakan, berterima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rakyat Indonesia karena bantuan yang diberikan kepada Jepang dan percaya bahwa rakyat Jepang dapat bangkit pascabencana seperti juga pemulihan Indonesia pascagempa dan tsunami 2005.*