Hidayatullah.com— Dua hal yang menjadi masalah pokok Indonesia hari ini, Karakter dan Ekonomi. Modal yang diberikan Allah SWT kepada bangsa ini demikian besar dan luar biasa, mulai dari jumlah penduduk yang besar, letak negeri yang strategis, kekayaan alam yang berlimpah dan lain-lain. Tetapi modal itu belum bisa membuat bangsa ini menjadi bangsa besar dan jaya, sebaliknya kekayaan negara ini banyak digunakan oleh bangsa lain untuk kejayaan bangsa dan negaranya.
Untuk mengokohkan “Gerakan Beli Indonesia” Sebuah Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI) akan diadakan di Kota Solo, Jawa Tengah tanggal 22-26 juni 2011. Jika tak ada aral melintang, aca akan di pusatkan di Diamod Solo Convention Center.
Selain ada presentasi business opportunity dan demo produk Indonesia, juga ada kirap dan Expo (pameran).
Expo Produk Asli Indonesia adalah expo khusus untuk para pengusaha kecil , menengah dan besar Indonesia yang memiliki produk dan ingin mencari distributor produknya itu. Expo ini adalah langkah awal untuk membangun pasar Indonesia dimana produk dan pengusaha Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Kami harus mewujudkan “Beli Indonesia” sebagai Gerakan Nasional, karena secara ekonomi kita terjajah dengan berkuasanya produk asing di negeri kita. Oleh karenanya, KKEI di Solo kita harapkan menjadi momentum penting sebagai kebangkitan kita,” kata Ir H Heppy Trenggono M.Kom penggagas “Beli Indonesia” dalam jumpa pers di Sekretariat Bali Muda, Mampang Prapatan, Senin (20/6) siang.
Sebagaimana diketahui, gerakan “Beli Indonesia” pertama kali digagas oleh Presiden Indonesia Islamic Business Forum (IIBF), Ir. H.Heppy Trenggono, Mkomp.
Menurut Heppy, “Beli Indonesia” merupakan upaya edukasi agar bangsa Indonesia sadar untuk membeli produk Indonesia, karena milik bangsa sendiri, bukan karena lebih murah dan lebih baik. Selain itu, gerakan ini merupakan pembelaan bagi bangsa kita sendiri, sekaligus menghidupkan semangat persaudaraan.
“Hal ini kita harapkan akan sangat efektif mengantisipasi AFCTA (Pasar Bebas Asean dan China), yang telah membuat industri dan home industri di dalam negeri berguguran,” kata Heppy.*