Hidayatullah.com–Krisis ekonomi yang terjadi di Eropa juga berimbas kepada Italia. Diantara upaya untuk mengatasi krisis itu, Italia berusaha mencari peluang dan memperluas pasar ekspor produk pangannya ke negara-negara di kawasan Timur Tengah dan ke Indonesia. Dalam hal ini jelas, produk yang dapat dikirim ke negeri-negeri Muslim itu adalah produk bersertifikasi halal yang telah diakui secara internasional.
“Kami berusaha membuka peluang ekspor produk pangan ke negeri-negeri Muslim,” ujar Sheikh Dr. Sharif Lorenzini, President Halal Interational Authority Italia, saat mengikuti International Training for Auditors of Halal Certifying Bodies yang diselenggarakan oleh LPPOM MUI.
Dr.Sharif mengaku mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mendalami tentang sistim sertifikasi halal yang dirancang dan diterapkan oleh LPPOM MUI. Peraih gelar master dari Universitas Madinah in, dalam perbincangan dengan Usman Effendi AS, dari majalah Halal dan situs halalmui.org menambahkan, bagaimanapun juga, Indonesia telah diakui sebagai Pusat Halal Dunia dan sistem sertifikasi halal oleh LPPOM MUI telah pula diterima dan diadopsi secara internasional oleh lembaga-lembaga sertifikasi halal mancanegara.
“Dengan mengikuti pelatihan internasional ini, kami berharap dapat menjalin hubungan kerjasama yang lebih baik dengan lembaga umat Islam Indonesia yang telah menunjukkan kiprahnya di bidang sertifikasi halal yang dibutuhkan umat secara internasional,” ujarnya.
Pelatihan auditor halal internasional itu sendiri diikuti oleh 38 peserta dari 26 lembaga sertifikasi halal luar negeri. Mencakup lima kawasan benua seluruh dunia; Asia, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia. Peserta dari Asia diantaranya lembaga sertifikasi halal dari Malaysia, Filipina, India, Jepang, dan Taiwan. Dari Eropa, yang mengikuti pelatihan adalah para utusan lembaga sertifikasi halal dari Italia, Irlandia, Inggris, Swiss, Polandia, Spanyol, dan Belanda. Selanjutnya dari benua Amerika adalah Brazilia, dan beberapa lembaga sertifikasi halal Amerika Serikat. Juga beberapa dari, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.*