Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Intervensi Asing dalam Pilpres Rusak Demokrasi

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 22 Juli 2011 09:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Adanya intervensi pihak asing dalam pemilihan presiden dengan mendukung pencalonan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pemilu mendatang, dinilai bisa merusak proses demokrasi.

Mendukung capres yang didukung kekuatan asing juga dikhawatirkan akan menjerumuskan Indonesia dalam genggaman kekuatan asing.

Peringatan ini disampaikan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit, dan Direktur Freedom Foundation Darmawan Sinayangsah secara terpisah di Jakarta, Kamis (21/07/2011).

Priyo mengaku prihatin dengan adanya dugaan intervensi asing dalam pemilihan pemimpin nasional pada pemilu. Jika hal ini benar, intervensi itu bisa merusak demokrasi yang tangah dibangun.

“Ternyata kita ini masih rawan terhadap intervensi asing dan pesanan asing. Termasuk dalam soal penentuan pemimpin negeri ini,” katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Priyo berharap Komisi I DPR mempelajari informasi dari para purnawirawan TNI yang mengaku telah dilobi oleh diplomat asing yang menginginkan dukungan agar Sri Mulyani maju sebagai capres dalam pemilu mendatang.

“DPR perlu mempelajari kebenaran informasi ini. Dengan demikian, jika ke depannya memang diperlukan mengambil tindakan tertentu (kepada diplomat asing), tentu akan kita lakukan itu,” tuturnya.

TB Hasanuddin juga meminta Kementerian Luar Negeri mempertanyakan tindakan diplomat asing yang melakukan pendekatan kepada sejumlah purnawirawan TNI AD agar mendukung pencalonan Sri Mulyani pada Pilpres 2014. Sebab, menurut dia, diplomat asing tidak boleh terlibat dalam politik praktis di negara yang mereka ditempatkan.

“Ada apa sesungguhnya? Apakah Sri Mulyani sudah membuat deal-deal dengan negara asing? Barangkali ada komitmen bersama yang harus dipenuhi ketika dia terpilih sebagai Presiden RI. Ini, kan, berbahaya karena mereka bisa mencampuri urusan kita,” katanya.

Hasanuddin mengatakan, boleh saja seseorang atau pihak tertentu untuk mendukung orang tertentu sebagai capres.

“Dalam negara yang sudah menganut kehidupan berdemokrasi, termasuk Indonesia, dukung-mendukung adalah hal yang biasa. Orang berhak mengekspresikan cita-citanya bahkan menyampaikan keinginan dan gagasannya kepada siapa pun dan undang-undang menjaminnya, termasuk mengampanyekan capresnya, misalnya Sri Mulyani. Asalkan, jangan orang asing yang mencampurinya,” tuturnya.

Arbi Sanit mempersilakan Sri Mulyani untuk maju menjadi capres pada pemilihan presiden nanti. Menurutnya, kemampuan berpolitik Sri Mulyani bakal diuji. Perkara nanti akan menang atau kalah dalam pilpres, biar masyarakat yang menentukan.

“Silakan saja karena Sri Mulyani, sebagai warga negara Indonesia, berhak menggunakan hak politiknya,” ujarnya. Namun, ia juga mengingatkan, untuk menjadi capres tidak mudah karena butuh dukungan partai politik.

Di samping itu, Sri Mulyani juga harus membersihkan citra dirinya sebagai pemimpin yang didukung oleh kekuatan asing. “Jangan sampai setelah terpilih, Sri Mulyani dikendalikan oleh pihak asing yang mendukungnya,” tuturnya.

Arbi Sanit juga mengingatkan para purnawirawan agar tidak terjebak dalam politik asing dalam bermanuver mencalonkan seseorang. Diakuinya, semua negara masih bergantung kepada asing.

“Sekarang saya tanya, siapa yang tidak bergantung dengan asing? Negara Malaysia bisa lebih baik dari Indonesia karena memanfaatkan asing. Begitu juga dengan negara-negara lain yang sampai saat ini terus berkembang,” katanya.

Arbi Sanit menduga, mereka yang menolak Sri Mulyani karena menganggap Sri Mulyani adalah oknum pendukung neoliberalisme.*

Foto: detik

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinkes Peringatkan Terapi di Rel yang Membahayakan
Tulisan selanjutnya Densus 99 dan Bahaya “Adu Domba”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?