Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Densus 99 dan Bahaya “Adu Domba”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Juli 2011 10:11
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ali Akbar bin Agil

ADA yang berbeda dalam peringatan hari jadi Nahdhatul Ulama ke-85 yang puncaknya diadakan di Stadion Gelora Bung Karno beberapa waktu silam. Hal yang menarik adalah PBNU memberikan restu kepada Gerakan Pemuda (GP) Anshar mendirikan satuan Detasemen Khusus (Densus) 99. Angka 99 diambil dari jumlah sifat Allah dalam Asmaul Husna.

Tujuan pembentukan Densus ini, seperti dilansir situs resmi PBNU, untuk menangkal gerakan Islam garis keras dan melindungi akidah Ahlus Sunnah Wal Jama`ah dari kelompok yang mudah mengafirkan umat Islam lainnya.

“Densus 99 sebagai upaya pencegahan terhadap kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama dan melakukan radikalisme aqidah. Densus 99 akan menswepping tempat ibadah khususnya masjid, mushalla dan sekolah yang diindikasikan mengajarkan agama dengan cara kekerasan,” ujar Nusron seperti dikutip nu.or.id

Nusron Wahid Ketua GP Anshar ini dengan bangga juga memberikan penjelasan soal kemampuan yang dimiliki personel Densus ini di antaranya mempunyai ilmu kebal, seni bela diri, dan dibekali kemampuan menjinakkan bom.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Sambutan hangat mengalir dari Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyad Mbai. Kata Ansyad, “Yang paling penting secara politis itu pesan penting kepada teroris bahwa masyarakat sudah benci, sudah muak dengan kelakuan mereka. Itu yang penting. Itu pesan yang saya lihat paling penting dari munculnya Detasemen 99.”

***

Dalam sejarahnya, kelahiran GP Anshar telah memberikan konstribusi luar biasa baik sebelum maupun sesudah kemerdekan Republik Indonesia. Mereka berada di garda terdepan dalam mempertahankan NKRI. Mereka juga aktif terlibat dalam memberikan perlindungan dan menjadi pengawal dakwah para ulama dan Kiai di Nusantara.

Sayangnya, belakangan Anshar mengalami perubahan yang cukup fundamental dalam arah perjuangannya. Anshar –dalam hal ini Banser– malah terlibat aktif memberikan perlindungan kepada Kaum Nashrani saat merayakan hari raya Natal ketimbang aktif melakukan advokasi dan pembelaan sebagaimana mestinya kepada umat Islam di Ambon dan Poso yang mengalami kekerasan fisik dan psikis dari kaum Kristen radikal.

Kelahiran Densus 99 yang entah mengapa mendapat restu dari PBNU seolah telah menyulut ketegangan dan sikap saling curiga di antara umat Islam. Banyak pihak menengarai adanya rekayasa di balik proyek perang melawan terorisme yang salah satu caranya mengadu domba di kalangan internal kaum Muslimin lewat kelahiran Densus 99.

Pada titik tertentu kita bisa sepakat bahwa aksi kekerasan atas nama apapun tidak boleh dibiarkan. Persoalannya adalah apakah pembentukan milisi ala Densus 99 sudah sedemikian dibutuhkan untuk menanggulangi aksi terorisme? Ataukah ada agenda politik yang melahirkannya? Bukankah kekerasan tidak pernah selesai jika dibalas dengan hal yang sama terlebih jika dilakukan oleh pihak yang tidak mempunyai wewenang?

Banyak dampak buruk yang akan muncul seiring lahirnya Densus 99 dari kalangan sipil ini. Dampak yang paling buruk adalah konflik horizontal. Tidak lucu jika aksi pengeboman yang terjadi di beberapa tempat justeru diarahkan ke kantor NU dan organisasi di bawah naungannya.

Para “teroris” akan beranggapan bahwa Densus 99 merupakan kepanjangan Densus 88 yang mereka anggap telah murtad dan halal darahnya. Adu domba seperti inilah yang sangat mengkhawatirkan kita semua. Saling baku pukul dan hantam sesama umat, saling membunuh di antara warga sipil, saling menghancurkan tempat dan rumah peribadatan umat Islam sendiri.

Bagaimana mungkin, hanya berbekal fakta bahwa seseorang memelihara jenggot, bercadar, bercelana cingkrang, tidak mau hormat bendera, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, maka sah untuk melakukan razia kepada mereka? Inilah bencana akibat Densus 99 yang mungkin terjadi.

Hal lain yang perlu kita sampaikan adalah bahwa Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan ilmu kebal dan puasa selama empat puluh hari sebagai upaya mengisi kekebalan pada tubuh.

Dalam sejarahnya, Rasulullah dan para sahabatnya tidak luput dari sabetan pedang, timpukan batu yang mengakibatkan darah mengucur bahkan banyak di antara para sahabat beliau yang wafat. Nabi Zakaria pun harus merenggang nyawa oleh gergaji kaumnya sendiri.

Para Mujahidin di sepanjang perjuangan jihadnya tidak menang jihad melawan musuh-musuh Islam dengan ilmu kebal atau diisi mantera tertentu lewat bantuan jin dan sebagainya. Dan itulah jihad yang dilakukan di masa lalu dan itu pula yang dilakukan oleh para pahlawan bangsa ini dalam melawan dan mengusir penjajah dari negeri ini.

Melihat dampak buruk yang lebih banyak daripada manfaatnya, sudah saatnya pengurus pusat NU berpikir ulang untuk meneruskan “proyek” Densus 99 ini.
Akan menjadi lebih baik, jika upaya menanggulangi terorisme dilakukan lewat jalur pendidikan di pesantren, sekolah, penulisan buku-buku yang berisi wejangan dan arahan para ulama tentang jihad yang sesuai dengan tuntunan al-Qur`an dan Sunnah.

NU merupakan asset bangsa yang sangat berharga yang dimiliki bangsa ini. Kita tidak ingin NU terseret dalam kepentingan “perang melawan terorisme” yang dikomandoi Amerika yang mengorbankan Umat Islam itu sendiri. Wallahu A`lam Bis Shawaab.

Penulis adalah staf pengajar di Pesantren Darut Tauhid, Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Banserold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Intervensi Asing dalam Pilpres Rusak Demokrasi
Tulisan selanjutnya Paras Elok di Balik Cadar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza

Berita
8 September 2026 23:19
Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha

Terbaru

  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?