Hidayatullah.com–Pelaksanaan wukuf di padang Arafah sebagai inti Ibadan haji telah rampung Sabtu lalu. Tapi, persoalan baru muncul setelah jamaah haji digiring dari Arafah menuju Mudzalifah dan Mina. Perjalanan jamaah haji ini tersendat arus kendaraan yang macet, dan banyaknya bus yang mogok.
Dari kekacauan pengangkutan jamaah haji ini, pos transportasi pemerintah Indonesia bisa dinilai mengecewakan. Di antaranya, tercatat lebih dari sepuluh bus yang mengangkut jamaah haji Indonesia mogok di tengah jalan. Akibatnya, iring-iringan bus di belakangnya juga ikut tersendat.
“Memang ada sepuluh bus lebih yang mogok,” kata Kepala Satuan Operasi Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Kasatop Armina) Abu Haris Mutohar kepada Media Center Haji (MCH) Humas Kementerian Agama (Kemenag) Minggu (6/11). Akibat dari kondisi ini, waktu jamaah haji banyak habis di jalan.
Kondisi kemacetan dan banyaknya bus yang mogok, terutama terjadi di rute Arafah menuju Mudzalifah.
Abu mengatakan, bus yang mogok ini rata-rata adalah bus cadangan. Jarak antara Arafah ke Mudzalifah sejatinya hanya sekitar tujuh hingga delapan kilometer. Tapi, dengan kondisi supermacet, plus banyak bus yang mogok, lama perjalanan bisa sampai satu jam.
Abu menuturkan, para jamaah tidak mungkin berjalan dari Arafah ke Mudzalifah. “Jamaah yang antre menunggu pemberangkatan ini kondisinya pasti sudah letih karena habis menjalani wukuf,” paparnya.
Menurut Abu, kasus transportasi ini bakal menjadi bahan evaluasi pemerintah. “Jangan sampai tahun depan terulang,” katanya.*
Keterangan foto: Jamaah haji melempar kerikil dalam ritual lontar jumrah, di Mina dekat Kota Mekkah, Minggu (6/11).