Hidayatullah.com — Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) DR. Saharuddin Daming yang selama ini kerap berbeda pendapat dengan suara mainstream di komnas dan dikenal berani bersuara lantang menyuarakan HAM Islam, mengaku tidak ingin maju lagi mencalonkan diri menjadi komisioner untuk periode berikutnya.
“Tidak ingin maju lagi. Tapi saya ingin agar komisioner pada periode selanjutnya diisi oleh tokoh tokoh yang memiliki keberanian yang tinggi untuk menegakkan HAM termasuk HAM dalam tinjauan Islam,” kata DR. Saharuddin Daming dalam perbincangan dengan Hidayatullah.com, Kamis (19/1/2012).
Daming berharap ada kalangan dari tokoh tokoh Islam yang peduli terhadap masalah HAM untuk bergabung mencalonkan diri menjadi komisioner untuk mengimbangi isu-isu yang ada.
Dirinya mengundang tokoh-tokoh dan cendikiwan Islam yang lebih visioner untuk bergabung. Sebab menurutnya tidak bisa dinafikkan dominannya pengaruh liberalisme dalam kerja kerja Komnas HAM. Sementara dalam waktu yang sama tekanan kalangan Islam terhadap liberalisme sangat lemah.
“Sehingga ini yang membuat saya agak kecewa. Saya merasa umat Islam tidak pandai mengorganisir gerakan. Tidak segencar kalangan liberal yang mampu mendikte walaupun mereka minoritas,” kata Daming.
Daming mencontohkan, ketika dirinya banyak dihujat karena komentarnya terkait Ahmadiyah yang disebutnya memang menyimpang dan hal ini berbeda dengan suara mayoritas di komisioner, dukungan umat Islam kepadanya hanya disuarakan beberapa media dan ormas Islam.
Itupun, menurut Daming, dilakukan dengan strategi yang kurang tajam untuk menandingi gerakan liberal yang sangat terorganisir dan variatif.
Lalu, apa rencana kegiatan selanjutnya setelah tidak di komisioner lagi?
“Latar belakang saya kan advokat, ya menjadi advokat dan kembali ke kampus untuk mengajar serta tak lupa untuk terus berdakwah,” kata komisioner tunanetra ini.
Sementara diwartakan media sebelumnya, pembukaan pendaftaran komisioner Komnas HAM yang telah dibuka sejak akhir November 2011 lalu, sampai kini masih sepi peminat. Nantinya dibutuhkan 15 komisioner.
Pendaftaran sendiri akan ditutup pada 31 Januari 2012. Tahapan seleksi calon anggota Komnas HAM yaitu seleksi administrasi, penilaian profil, masukan masyarakat tentang calon, wawancara/tes kesehatan (fisik dan jiwa) dan psikotes bagi bakal calon anggota Komnas HAM terseleksi. *