Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kronologi Percobaan ‘Pembunuhan’ Pimpinan FPI

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate:
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 14 Februari 2012 14:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Peristiwa penghadangan rombongan Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) saat hendak turun dari pesawat Sriwijaya Air di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada Sabtu (11/2) siang oleh ratusan massa yang mengatasnamakan Suku Dayak, yang kemudian berlanjut pada penggagalan berdirinya kepengurusan FPI di Kuala Kapuas pada malam harinya, disebut oleh Ketua Umum DPP FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA sebagai “percobaan pembunuhan oleh gerombolan preman fasis dan anarkis”.

Berikut kronologis “percobaan pembunuhan” tersebut versi FPI yang diterima Hidayatullah.com di gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta (13/2/2012):

Jum’at, 10 Februari 2012

Dipimpin Yansen Binti, Lukas Tingkes dan Sabran, gerombolan preman yang mengatasnamakan Dewan Adat Dayak dan Majelis Adat Dayak Nusantara menggelar rapat perencanaan penolakan, penghadangan, pengepungan, perusakan, pembakaran dan upaya percobaan pembunuhan terhadap rombongan DPP FPI yang akan mengunjungi Palangka Raya dan Kapuas, Kalimantan Tengah. Rapat ini berlangsung di Rumah Betang (aula besar tempat musyawarah adat di Kompleks Kegubernuran Kalimantan Tengah).

Kompleks Kegubernuran ini juga dijadikan sebagai titik kumpul dan tempat pelepasan massa penghadang yang akan bergerak menuju bandara pada keesokan harinya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sabtu, 11 Februari 2012

Pukul 08.00 WIB, rombongan DPP FPI yang terdiri dari Ketua Bidang Dakwah Habib Muhsin bin Ahmad Alattas, Sekjen KH. Ahmad Sobri Lubis, Wasekjen KH. Awit Masyhuri dan Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Ustadz Maman Suryadi, berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya menggunakan pesawat Sriwijaya Air.

Menjelang tiba di tempat tujuan, Wasekjen dan Sekjen FPI dipanggil oleh kru pesawat dan diberitahukan bahwa di landasan Bandara Tjilik Riwut telah berkumpul ratusan massa, ditambah lagi dengan ribuan massa lainnya di lingkungan bandara. Keduanya disarankan agar tidak keluar dari pesawat setelah mendarat.

Setelah pesawat mendarat sekitar pukul 10.30 WITA, semua penumpang turun dari pesawat kecuali rombongan dari FPI. Kasatlantas Polres Palangka Raya didampingi Kepala Keamanan Bandara Tjilik Riwut naik ke pesawat dan menginformasikan situasi dan kondisi di luar pesawat dan lingkungan bandara yang semakin tidak kondusif. Pintu pesawat pun ditutup.

Di dalam pesawat yang tertahan dan terkepung selama satu jam lebih, rombongan FPI melihat dan mendengar langsung massa yang mengacung-acungkan senjata sambil berteriak, mengancam pertumpahan darah di luar pesawat.

Kapten pilot pesawat merasa khawatir jika massa makin beringas lalu akan merusak dan membakar pesawat yang sekaligus membahayakan keselamatan jiwa yang ada di dalamnya, maka, kapten pilot dan krunya bersama Kasatlantas Polres Palangka Raya dan Kepala Keamanan Bandara Tjilik Riwut memutuskan untuk menerbangkan pesawat ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Setibanya di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, rombongan FPI dibawa oleh keamanan bandara ke kantor Sriwijaya Air untuk dimintai keterangan. Selanjutnya rombongan FPI dijemput di luar bandara oleh Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW dari Kabupaten Kapuas, Kalteng, lalu langsung menuju Kuala Kapuas lewat jalan darat.

Pukul 15.00 WITA, gerombolan preman anarkis yang telah gagal melakukan percobaan pembunuhan terhadap rombongan FPI bergerak menuju rumah kediaman Habib Muhri bin Muhammad. Massa merusak kediaman Habib tersebut dan juga sejumlah rumah dan tokoh panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Massa juga membakar tenda dan panggung yang telah disiapkan panitia untuk acara maulidan.

Habib Muhri dan kawan-kawan beserta keluarga sempat menyelamatkan diri ke tempat yang aman, namun masih tetap terancam. Pihak Polres Palangka Raya dan Polda Kalteng tidak mau memberikan jaminan keamanan.

Pukul 17.30 WITA, rombongan FPI tiba di Kuala Kapuas dan istirahat sejenak di Guest House Bupati Kapuas Muhammad Mawardi. Lepas maghrib, rombongan FPI diundang ke kediaman Bupati Mawardi yang berdekatan dengan guest house tersebut.

Saat berjalan untuk memenuhi undangan, ternyata di halaman rumah hingga ke jalan raya kediaman bupati sudah dipenuhi ratusan massa preman dari Palangka Raya. Massa yang menggunakan belasan truk, berteriak-teriak mengacung-acungkan senjata sambil menantang perang.

Pukul 19.00 WITA, Bupati Mawardi dan jajaran Muspidanya menjembatani dialog antara utusan DPP FPI dengan para pimpinan massa. Dibuatlah kesepakatan bahwa pada malam itu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap harus dilaksanakan sesuai keinginan masyarakat Kuala Kapuas, dengan catatan pelantikan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah FPI Kuala Kapuas ditiadakan sesuai keinginan massa.

Para pimpinan massa kemudian menyampaikan hasil kesepakatan kepada massanya, tapi massa tetap tidak mau bubar. Kapolres Kapuas dan Bupati Mawardi yang meminta massa untuk bubar juga tidak berhasil, bahkan gerombolan tersebut semakin beringas dan brutal.

Pukul 21.00 WITA, akhirnya demi kebaikan bersama, rombongan FPI mengambil inisiatif untuk meninggalkan lokasi yang semakin tidak kondusif. Rombongan FPI pun berangkat menuju Kota Baru, Banjarmasin, melalui jalan darat dengan pengawalan Patwal Polisi dan anggota TNI dari Kodim Kapuas.

Pukul 24.00 WITA, rombongan FPI tiba di Kota Banjar Baru dan disambut sejumlah habaib dan tokoh masyarakat.

Ahad, 12 Februari 2012.

Setelah didampingi para habaib dan tokoh masyarakat serta dibantu oleh Danlud Banjarmasin mendapatkan tiket pesawat Garuda Indonesia, rombongan FPI kembali ke Jakarta.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Didemo, Habib Rizieq Justru Ajak Nonton Peristiwa Palangkara
Tulisan selanjutnya Pencetakan Mushaf Al-Bantani, MUI Siapkan Rp 7 Miliar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?