Hidayatullah.com–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyesalkan terjadinya bentrokan antara aparat kepolisian dengan demonstran dalam aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Demonstrasi itu hak setiap warga negara, tapi tetap harus dilakukan dengan santun. Kalau demo jangan anarkis. Begitu juga sebaliknya aparat yang menjaga jangan arogan,” kata Said Aqil di Jakarta, Selasa (27/03/2012) malam.
Demonstrasi menolak rencana kenaikan harga BBM diwarnai bentrokan saat massa dari Koalisi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) didesak mundur oleh aparat kepolisian di sekitar Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Lemparan batu dari mahasiswa dibalas dengan semprotan air dari water canon dan tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian.
Dalam bentrokan tersebut sebuah mobil milik warga sipil juga menjadi korban amukan massa. Sejumlah awak media yang sedang menjalankan tugas peliputan juga dilaporkan menjadi korban, setelah oleh aparat kepolisian sempat dianggap sebagai provokator.
Akibat bentrokan tersebut 34 mahasiswa diamankan dan diproses oleh aparat kepolisian.
“Bentrokan seperti itu pastinya juga menjatuhkan martabat bangsa. Jika demonstran dan polisi sebagai aparat bisa saling menahan diri, tentunya itu akan lebih baik,” kata Said Aqil.
Jika aksi untuk menolak kenaikan harga BBM kembali terjadi, Said Aqil berharap aparat keamanan tidak terburu-buru bertindak keras, apabila penanganan yang santun bisa dilakukan.
“Intinya demonstran dan polisi harus bisa sama-sama menjaga martabat bangsa,” katanya, dimuat Antara.*