Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Menag: Sebentar Lagi Nuklir Masuk Pesantren

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2012 09:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Menteri Agama Republik Indonesia Suryadharma Ali menyatakan sistem pendidikan di pondok pesantren yang 24 jam sehari, kini banyak diadopsi oleh lembaga-lembaga pendidikan bertaraf internasional yang berbiaya mahal, sedang santri yang mondok, membayar pondok dengan biaya ala kadarnya. Namun demikian Menag menambahkan, output pondok pesantren luar biasa.

“Oleh karenanya, tidak heran jika banyak alumni dari pondok pesantren tidak hanya menjadi kyai atau tokoh agama, melainkan juga menjadi pengusaha, politisi, TNI/Polri, menteri bahkan presiden,” kata Menag pada acara Simposium Nasional Jaringan Pendidikan Hai`ah Ash-Shofwah, Himpunan Alumni Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Desa Suci, Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik Jawa Timur, Sabtu (7/4/2012) dikutip dari laman resmi Kemenag.

Menag mengatakan, banyak lulusan pondok pesantren yang mampu beradaptasi baik dengan berbagai disiplin ilmu dalam masyarakat. Mereka mempunyai kemampuan lebih dibanding alumni lain, minimal, misalnya mampu memimpin doa, tahlil, memandikan mayat dan hal-hal kecil yang sebenarnya sangat dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, kata Menag, alumni pondok pesantren juga mampu mengajar, berkhutbah dan berceramah agama, membutuhkan skill yang rumit. Selain itu, banyak juga alumni ponpes yang ingin jadi bupati, gubernur, walikota, dewan dan lain sebagainya.

“Secara kualitas para alumni pondok pesantren itu mampu, namun, sayangnya, banyak dari alumni ponpes yang ketika diminta persyaratan minimal seperti ijazah SMU/sederajat, banyak yang gagal karena tidak punya. Karena saat ini masih banyak ijazah ponpes yang sampai saat ini tidak diakui pemerintah. Dampaknya banyak yang kecewa,” ungkap Menag.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Karenanya, sambung dia, hal ini harus dicermati dengan seksama, bahwa sangat penting, ponpes mempunyai kurikulum yang berstandar nasional. “Hal inilah yang sedang kita pikirkan, kita minta masukan dari para kyai dan kita diskusikan,” ungkap Menag.

Menag melanjutkan, pondok pesantren harus selalu mengikuti perkembangan zaman, dengan tanpa kehilangan jati dirinya. Kita harus berusaha dengan keras, agar pendidikan Islam mampu meningkat, bersaing dan beradaptasi dengan alam sekitar. Hal ini penting, karena ilmu pengetahuan selalu berkembang dengan pesat, ujarnya.

Di masa mendatang, lanjut Menag, Pondok Pesantren tidak selalu bicara tentang ilmu agama dan kitab kuning, namun juga harus belajar tentang ekonomi, ilmu pengetahuan, bahkan bila perlu sampai pada teknologi nuklir. Meskipun berbahaya, namun nuklir mempunyai banyak manfaat tak terhingga dalam kehidupan kita, seperti untuk pengawetan makanan, membunuh penyakit dan lain sebagainya, tegasnya.

“Kami menargetkan, sebentar lagi, nuklir akan (kami usahakan) masuk pesantren,” ujar Menag dengan semangat disambut antusias peserta simposium.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Media IslamMenagold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengabdi di Tanah Lahir Setelah 12 Tahun
Tulisan selanjutnya Bersabarlah, Karena Stok Sabar Tak Akan Habis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?