Hidayatullah.com—Ribu orang perwakilan organisasi massa Islam ikut aksi damai peduli muslim Rohingya yang digelar jajaran Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)-MUI Jateng, Jumat siang (08/08/2017).
Kendati sepanjang perjalanan ke lokasi banyak melewati penghadangan razia aparat di beberapa titik, bahkan ada yang terlambat ke tempat acara, namun tak mengurangi massa yang dating mengikuti shalat Jum’at di Masjid An-Nur, Komplek Pemkab Magelang, Hatta, Desa Sawitan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Jalanan aspal yang terik pun terpaksa dijadikan shaf barisan shalat dikarenakan area masjid yang sudah menyemut tak mampu menampung jama’ah.
Qunut Nazilah pun teriring khusyu’ bersama doa yang meluluhkan hati para hadirin sebelum Ustadz Umar Said, dari Forum Umat Islam (FUI) Daerah Istimewa Yogyakarya (DIY) menyudahi doanya.
“Acara kepedulian dengan serangkaian ibadah Jumat dan Doa Bersama untuk muslim Rohingya adalah bentuk merawat kemanusiaan yang ditampilkan umat Islam Indonesia kepada dunia, jadi jangan dinilai sebagai sebuah ancaman pemerintah yang ditanggapi represif oleh pihak aparat secara berlebihan dengan penghadangan, ” tutur Dahnil Anzar Simanjuntak yang hadir bersama Pemuda Muhammadiyah Daerah Magelang.
Banyak saksi peserta aksi bercerita untuk sampai di lokasi penuh perjuangan akibat razia dari aparat keamanan.
Baca: Dahnil: Tragedi di Myanmar Bukan Konflik, tapi Pembantaian
Seorang peserta bercerita, di Magelang arah dari Jogja penjagaan telah diperketat dari Jalur Muntilan ke arah Jembatan Srowol, kemudian jalur Batikan ke arah Pondok Pabelan, Palbapang ke Arah Mendut, termasuk Blabak ke arah Rambianak.
“Lebih banyak yang terkatung-katung di jalanan dengan membawa berbagai bekal bantuan dan doa.
Jumlah ini masih jauh dari target yang dicanangkan sekitar 1 juta ummat Islam,” tutur Rafiq Jauhary, peserta aksi dari Magelang menceritakan pengalaman melalui grups WhatsApp. */Ali Azmi