Hidayatullah.com — Kemajuan teknologi informasi rupanya dimanfaatkan pula oleh nabi palsu untuk mendulang pemirsa. Meski sudah pernah digelandang aparat dari Kapoltabes Bandar Lampung beberapa tahun lalu, Chandra Adnan Rasyad, laki-laki yang disebut-sebut bekas tukang las ini, masih saja berulah. Pria yang mengklaim diri sebagai Rasul Allah ini rajin mengkampanyekan ajarannya melalui surel (surat elektronik/e-mail).
Baru baru ini salah satu awak redaksi hidayatullah.com kembali menerima surat elektroniknya yang berjudul, Message Je’sus about the coming of the Son of Man (Risalah : Pesan nabi Isa tentang kedatangan anak manusia). Ini bukan surel pertama, sebelum ini sejumlah surat juga sudah sering dilayangkan Nabi palsu asal Lampung ini.
Tak hanya awak media ini, surat yang dikirim atas nama Chandra Adnan Rasyad baru baru ini juga ditujukan kepada 64 alamat email lainnya yang sebagian di antaranya adalah media massa.
Namun anehnya, pesan yang dikirim disertai 4 lampiran artikel “kampanye kenabian” tersebut terkesan nyeleneh dan dipaksakan, apalagi setiap ayat Al-Qur’an ditafsirkan bersanding dengan pasal-pasal dalam Kitab Injil.
Di akhir suratnya yang dibuat dalam dua Bahasa Indonesia dan Inggris ini Chandra kembali menabalkan diri sebagai, “Utusan dari Tuhan semesta alam” dan sebagai “Anak manusia yang dijanjikan Allah melalui perkataan Nabi Isa”.
Ia pun menyertakan beberapa nomor kontak dan mempersilahkan siapa saja untuk menghubungi bagi yang menurutnya ingin mencari kebenaran.
“Dan bagi yang ingin memperdebatkan ayat-ayat Allah sebaiknya anda tidak usah menghubungi saya, karena akan mempercepat azab Allah diturunkan kepada anda,” tutupnya.
Sebagaimana diketahui, pertengahan tahun 2008 lalu, Chandra Adnan Rasyad pernah mengaku diri sebagai seorang nabi utusan Allah. Kapoltabes Bandar Lampung saat itu, Syauqie Ahmad, mengemukakan dari hasil pemeriksaan sementara, Chandra diduga telah menyimpang dari ajaran agama Islam. Salah satunya menggunakan syahadat berbeda dengan ajaran Islam serta mengaku sebagai nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW yang mendapat wahyu.
Meski demikian ayah 6 orang anak ini mengaku tidak takut kendati harus dipenjara karena menurutnya keyakinannya adalah benar.*