Hidayatullah.com— Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B.Nahrawardaya mengaku heran, mengapa urusan Lady Gaga –yang notabene urusan kecil pihak Indonesia—menjadikan pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) menjadi begitu sibuk?
Pernyataan ini disampaikan Mustofa terkait kehadiran Duta Besar Amerika Serikat (AS) yang turun tangan mengurusi keamanan bahkan memberikan masukan ke DPR atas kasus konser Lady Gaga yang mendapat reaksi kaum Muslim di Indonesia ini.
Menurut Mustofa, keikutsertaan pihak Kedubes AS sebagai indikasi ada sebuah skenario yang sudah disiapkan.
“Tidak mungkin tanpa persiapan, kemudian Duta Besar membela sedemikian getolnya terhadap Lady Gaga, karena pementasan artis asing seperti Lady Gaga sudah biasa di sini, dan nggak sampai melibatkan pihak Kedutaan. Tidak pernah ada,”ujarnya dalam sebuah konferensi pers di Aula Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, hari Kamis (24/05/2012) kemarin.
“Kalau sekarang kemudian melibatkan seperti itu, maka memang sudah diplanning sejak awal,” jelasnya kepada hidayatullah.com.
Menurut Mustofa, keterlibatan pihak Kedutaan, boleh jadi bagian dari tekanan pihak Zionis-Yahudi di Indonesia. Apalagi meski tidak terang-terangan agen-agen Zionis-Yahudi di Indonesia dinilai sudah semakin banyak.
“Zionis akan memakai alat apapun, memakai wahana apapun untuk bisa mempengaruhi dan memasuki semua Negara. Kan di Indonesia agen Yahudi sangat banyak, saya kira sebagian promotor dan sebagian insan musik ada yang jadi agen Yahudi,” jelasnya.
Lebih jauh, Mustofa menilai, para promotor, musisi hingga budayawan di Indonesia sudah dikuasai Yahudi.*




