Hidayatullah.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, akan menggelar Seminar Nasional bertajuk “Membangun Indonesia Sejahtera”. Rencanannya agenda akan digelar Sabtu, 09 Juni 2012, 07.30 – 12.00 di Masjid Ummul Quro, Komplek Pesantren Hidayatullah Depok.
Seminar ini akan menghadirkan pembicara yaitu Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang akan membahas tema “Membangun Indonesia Sejahtera dalam Perspektif Moral”, Presiden Pengusaha Muda Muslim Indonesia Heppy Trenggono dengan tema bahasan “Membangun Indonesia Sejahtera dalam Perspektif Mental Kemandirian Bangsa”, dan Direktur Inisiasi Suharsono yang akan membahas tema “Membangun Indonesia Sejahtera dalam Perspektif Spiritual”.
Ketua Panitia Pelaksana acara Mazlis Mustofa, mengatakan tujuan digelarnya seminar ini dalam rangka ikut membahas konsep kesejahteraan bangsa. Menurutnya, meskipun lingkupnya belum luas, setidaknya kegiatan ini sebagai bentuk peran mahasiswa dalam upaya membangun Indonesia sejahtera serta memberikan solusi terhadap permasalahan negara yang mendukung terciptanya Indonesia yang berkeadaban dan bermartabat.
“Sungguh ironi, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdiri di atas landasan pengakuan “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah, ternyata tidak cukup untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera dan mandiri. Sebaliknya malah terperangkap dalam keterpurukan yang berkepanjangan justru di saat bangsa-bangsa berkembang lainnya berpacu maju,” kata Mazlis Mustofa kepada Hidayatullah.com, Kamis (7/6/2012).
Rahmat Allah kepada bangsa ini berupa berbagai macam nikmat dan karunia-Nya yang demikian besar, ternyata tidak dapat dikelola optimal guna mensejahterakan rakyat Indonesia untuk hidup bahagia dalam sebuah negara yang tertib-tenteram, aman-sentosa, adil dan makmur.
Kondisi itu, jelas Mazlis, tentu saja ada faktor-faktor penyebabnya. Sebagai bangsa yang dikenal berbudaya yang tinggi, relijius dan berakhlak mulia, kita harus berani mencari faktor-faktor penyebab itu dalam semangat muhasabah (evaluasi diri) dan muraqabah (mawas diri), ujarnya.
“Kita harus berani mengakui kesalahan dan kelemahan yang dimiliki untuk kemudian berbekal semangat persatuan dan kesatuan yang teguh dan kukuh kita bertekad bersama guna melakukan tindakan koreksi serta melakukan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan guna membangun negeri ini menuju Indonesia sejahtera,” jelasnya.
Namun, kesejahteraan tidak bisa dipandang hanya dari sisi materi-finansial, tetapi mencakup semua aspek kehidupan, kesejahteraan di bidang hukum, politik, moral, intelektual dan spiritual. Bangsa yang besar dan patut dibanggakan adalah bangsa yang memiliki integritas intelektual, moral, spiritual dan finansial yang berkualitas tinggi dalam rangka mencapai kesejahteraan yang hakiki, imbuhnya.
Pihaknya pun mengundang secara terbuka mahasiswa yang ada di Jabodetabek dan sekitarnya untuk menghadiri seminar yang membahas persoalan bangsa ini.