Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Paradigma Pemerintah Melihat Ancaman AS Dinilai Bermasalah

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 6 Juli 2012 13:59
Bagikan
Asing dianggap kawan, tapi jika ada warganya ingin syariat dianggap ancaman!
Bagikan

Hidayatullah.com–Sikap akomodir pemerintah Indonesia atas kehadiran pangkalan AS di Darwin menunjukkan lemahnya paradigma kepempinan Indonesia dalam melihat ancaman dari luar.

“Ketidaksensitifan Indonesia melihat ini sebagai ancaman bukti bahwa pemerintah sudah terkooptasi,” jelas Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto, kepada hidayatullah.com, Jum’at (06/07/2012).

Akibat kesalahan pada level paradigmatik tersebut, mungkin saja pemerintah  tidak melihat langkah AS sebagai ancaman tapi justru bantuan bagi Indonesia dalam bidang keamanan, tandasnya dengan membeberkan bagaimana AS mengeruk kekayaan SDA di Freeport.

Sayangnya, tambah Ismail, hal ini menjadi sangat kontras dengan perlakuan yang diterima umat Islam Indonesia. Ketika umat Islam ingin melakukan kebaikan untuk mengatur negara ini dengan syariah malah dianggap sebagai ancaman.

“Kalau ada warganya yang ingin menegakkan syariat dianggap ancaman seperti Ustadz Abu (Abubakar Ba’asyir, red). Bahkan nama-nama yang kita tidak tahu langsung dianggap teroris dan ditembak. Padahal tuduhan itu belum terbukti benar,” tegasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Oleh sebab itu, seharusnya pemerintah di sini menjadi pelindung bagi warganya dari kepentingan pihak asing.

“Seperti yang diatur oleh konstitusi bahwa pemerintah dituntut untuk meningkatkan keamanan di wilayahnya,” pesannya.

Selain itu Ismail berharap pada masyarakat untuk terus berfikir sadar dan kritis dalam melihat ancaman-ancaman yang datang dari pihak asing.

Sebelumnya, dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, Menteri pertahanan RI, Purnonomo Yusgiantoro dengan pihak Australia, Maret lalu, tidak menyinggung perihal pangkalan AS di Darwin. Marty Natalegawa mengatakan bahwa hubungan Indonesia dengan Australia kini berlangsung “kuat, solid, dan komprehensif.”

Diberitakan, dalam Forum KTT Asia Timur, di Nusa Dua, Bali, ada pertemuan bilateral antara PM Australia, Julia Gillard, dan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Di forum itu Obama dan Gillard dikabarkan memberi jaminan kepada Presiden Susilo Yudhoyono (SBY), bahwa kehadiran 2.500 marinir Amerika Serikat (AS) di Darwin itu tidak untuk mengubah ketenangan yang ada di ASEAN, atau kawasan Asia Tenggara.

Sebelum ini, HTI menganggap penempatan pangkalan militer AS di Darwin dekat  dengan Indonesia semata untuk semakin menancapkan pengaruhnya dan memperbesar kepentingan ekonomi. [baca: AS Takut Pengaruh Arab Spring Menular ke Indonesia].* 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pergunu Beri Beasiswa pada 1000 Guru
Tulisan selanjutnya Abbas dan Suha Setuju Penggalian Kubur Yasir Arafat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?