Hidayatullah.com–Kondisi umat Islam di pedalaman Nuu War (Irian Jaya) masih kekurangan Al Qur’an. Padahal bukan tidak mungkin dari daerah paling timur Indonesia itu akan lahir para ulama dan Imam yang menyuarakan Islam. Demikian dikatakan Ustadz Fadlan Garamatan dari Yayasan Al-Fatih Kaaffah Nusantara kepada hidayatullah.com, belum lama ini.
“Kami mempunyai program 5 MA, yakni memiliki, membaca, memahami, mengamalkan, menghayati, dan mentadaburri,” tandasnya yang aktif berdakwah di pedalaman Papua.
Menurutnya konsep itu telah dilakukan bersama Arrahman Qur’an Learning Islamic Centre (AQLIC) dengan melakukan program taddabur qur’an. AQLIC juga memberikan bantuan 10-20 ribu Qur’an tiap tahunnya.
“Tim di Nuu war terus bekerja karena satu-satunya jalan untuk menyelematkan bangsa Indonesia adalah dengan Qur’an,” paparnya.
Jika program ini terus berjalan, ia berharap kelak yang akan menjadi imam di Masjid Istiqlal adalah anak-anak Nuu War.
”Yang rambutnya keriting dan badannya hitam. Dia adalah saudara-saudara Islam dan se bangsa,” tutupnya.*