Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Unpad Klarifikasi Gelar Jalaluddin Rakhmat, Syiah Terus Laknat Sahabat Nabi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 September 2012 07:02
Bagikan
Sangat disesalkan di bumi Muslim yang damai benih-benih dendam terus ditaburkan ke tengah masyarakat
Bagikan

DALAM rangka menjernihkan permasalahan Syiah di Indonesia dan simpang-siurnya berita di media massa selama ini, Redaksi hidayatullah.com menurunkan tulisan berseri tentang fakta dan data Syiah di Indonesia yang dirujuk pada buku-buku dan penerbitan Syiah di Indonesia. Selamat membaca. 

***

Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung baru-baru ini mengklarifikasi gelar akademik tokoh Syiah, Jalaluddin Rakhmat. Dalam surat tertanggal 23 April 2012 yang ditujukaan kepada KHM Said Abdul Shamad, dikatakan bahwa (1) Jalaluddin Rakhmat belum memiliki gelar Guru Besar di Universitas Padjadjaran dan (2) Untuk gelar Doktor (Dr), secara administratif Unpad belum menerima ijazahnya. Surat Unpad itu ditandatangani oleh Prof. Ganjar Kurnia.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Pendidikan Tinggi, melalui suratnya tertanggal 14 Juni 2012 juga memberikan klarifikasi soal ijazah Jalaluddin Rakhmat bahwa yang bersangkutan belum pernah melakukan penyetaraan ijazah baik master maupun doktornya. Dengan demikian, Dirjen Pendidikan Tinggi tidak memiliki data tentang yang bersangkutan.

Jalaluddin Rakhmat adalah tokoh Syiah di Indonesia yang juga editor buku berjudul “40 Masalah Syiah”, karya Emilia Renata, yang diterbitkan oleh organisasi Syiah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI). Buku ini merupakan salah satu bukti kuatnya dendam Syiah terhadap Ahlus Sunnah dan kuatnya tradisi mencaci maki para sahabat Nabi yang utama.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sebagai contoh, bab 9 buku ini diberi judul: “SYIAH MELAKNAT SAHABAT”.  “Jika kita berakhlak dengan akhlak al-Quran, jika kita meniru Rasulullah saw sebagai teladan kita, kita pun harus melaknat siapa pun yang dilaknat dalam al-Quran dan Sunnah.” (halaman 86).

Di halaman 194-195 buku ini, tertulis: “Dari Aisyah: Fathiman as putrid Nabi saw menemui Abu Bakar la untuk menuntut tanah Fadak, hak warisnya dari Rasulullah saw berupa al-Fai yang ada di Madinah….”….” Maka Abu Bakar pun menolak memberikan kepada Fathimah as apapun dari padanya. Fathimah as kecewa dengan tindakan Abu Bakar. Ia menjauhinya dan tidak berbicara dengannya sampai meninggal dunia. Fathimah as hidup sesudah Nabi saw wafat, selama 6 bulan. Ketika ia wafat, suaminya memakamkannya di malam hari dan tidak mengizinkan Abu Bakar untuk mensalatkannya.”

Perhatikanlah gelar yang diberikan oleh buku yang diedit  oleh Jalaluddin Rakhmat kepada Fathimah yaitu “as”, sementara gelar untuk Abu Bakar yaitu “la”.  Mungkin saja, “as” singkatan dari “alaihi salam” dan “la” singkatan dari “laknatullah alaihi” (laknat Allah atasnya).  Wallahu a’lam.

Yang jelas, tradisi melaknat sahabat-sahabat utama  seperti Abu Bakar r.a. dianggap sebagai ibadah bagi kaum Syiah di Indonesia.  Misalnya, dalam sebuah brosur doa yang berjudul “ZIARAH ASYURA”,  ditekankan juga perlunya doa kutukan dan laknat: “Allaahummal-‘an awwala dhaalimin dhalama haqqa Muhammadin wa-Aali Muhammadin…”. (Ya Allah, laknatlah orang-orang zalim di masa mula-mula yang menzalimi hak Nabi Muhammad dan keluarganya…”).

Dari buku “40 Masalah Syiah” jelaslah siapa yang dimaksud oleh kaum Syiah yang menzalimi hak keluarga Nabi!

Doa kaum Syiah ini diakhiri dengan kutipan perkataan Imam Muhammad Al-Baqir as., yang berkata kepada Alqamah: “Jika engkau mampu berziarah kepada beliau (Imam Husein as.) setiap hari dengan membaca doa ziarah ini (ziarah Asyura) di rumahmu, maka lakukanlah itu dan engkau akan mendapatkan semua pahala (berziarah).”

Jelas sekali selama ini buku-buku dan tokoh-tokoh Syiah sangat aktif dan terus-menerus menghujat, melaknat, dan mengutuk Sahabat Nabi yang mulia.  Sangat disesalkan di bumi Muslim yang damai seperti di Indonesia, benih-benih kebencian dan dendam turun-temurun terus ditaburkan ke tengah masyarakat.*[redaksi]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Densus 88 akan Melapor ke Komnas HAM
Tulisan selanjutnya Saharudin Daming: Tuduhan Pada Rohis adalah Pelanggaran HAM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global

Berita
22 Juli 2026 10:20
Indonesia dan Australia Resmikan Kemitraan KITA SEHAT untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional
Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
Malaysia Tegas Menolak Mengakui ‘Israel’ Meski Ditekan AS
MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII

Terbaru

  • Menag: Hasil KUII VIII Akan Jadi Program Kerja Kementerian Agama
  • Trump Abaikan Keberatan Netanyahu soal Rencana Penjualan F-35 ke Turki
  • KUII VIII Hasilkan 12 Rekomendasi Strategis untuk Umat, Bangsa, dan Negara
  • Hamid Fahmy Zarkasyi: Krisis Peradaban Berawal dari Hilangnya Adab dalam Pendidikan
  • Prof Masykuri Abdillah: Rekomendasi KUII VIII Harus Dikawal hingga Menjadi Kebijakan Publik
  • Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi: Sekolah Tahfidz Harus Melahirkan Manusia Beradab
  • Komite Teknokrat Palestina Mengaku Siap Mengelola Gaza usai ‘Israel’ Mundur
  • Keluarga Adalah Sekolah Pertama Pembentuk Peradaban
  • Mendikdasmen: KUII VIII Momentum Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan Nasional
  • Jimly Asshiddiqie Dorong MUI dan Ormas Islam Jadikan Pembenahan Akhlak Bangsa sebagai Prioritas

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?