Hidayatullah.com–Masyarakat dusun Langai desa Sumberkolak dan desa Siliwung dusun Siliwung Utara merupakan salah satu desa di Situbondo dengan masyarakat yang layak mendapat penyaluran qurban kita.
Akses menuju ke desa Sumberkolak dusun Langi ini sangat terbatas, sehingga tidak dapat menunjang laju perekonomian selayaknya dusun perbatasan yang lain. Secara administrative dusun berada di wilayah desa Sumberkolak kecamatan Panarukan, Situbondo yang terdiridari 800 KK, dengan jumlah penduduk 2.075 jiwa.
Dusun Langai berada pada jarakkira-kira 6 km menuju pusat kota Situbondo dan + 3 km menuju pusat desa, dengan kawasan perbukitan dengan tanah padas. Kegiatan ekonomi dusun tersebut sebagian besar masyarakatnya bercocok tanam atau berladang yang sebagian masyarakat dusun Langai ini + 97 % adalah buruh tanidan 3 % terdiri dari tukang becak, tukang tebang tebu dan buruh serabutan.
Masyarakat dusun langai yang 100 % beragama Islam yang sangat patuh pada umara dan ulama setempat, hal itu membuat dusun Langai ini tentram dan religius. Untuk menuju dusun tersebut jalan makadam merupakan satu-satunya akses yang bisa digunakan. Instalasi listrik juga tidak masih minim, hanya sebagian kecil yang menikmati fasilitas listrik terutama diprioritaskan pada fasilitas umum saja, seperti masjid/musholla dan sebagian orang yang punya kemampuan ekonomi.
Penduduk dusun Langai ini sebagian kecil saja yang bisa menamatkan pendidikan pertama (SMP).Selebihnya tingkat dasar (SD) atau bahkan tidak sekolah.Demikian juga persediaan air bersih, air melimpah pada musim penghujan, sedangkan pada musim kemarau sekitar 9 bulans sangat sulit mendapatkan air bersih.
Wajar saja kalau dusun Langai ini merupakan dusun yang tertinggal dan rawan pangan di antara dusun-dusun yang berada di desa Sumber kolak kecamatan Panarukan kabupaten Situbondo.
Desa Siliwung
Desa Siliwung memiliki kondisi ekonomi yang hampir sama dengan desa sebelumnya. Desa ini berada di wilayah kecamatan Panji yang terdiri dari 1000 KK, dengan jumlah penduduk 3.500 jiwa, berada di daerah pegunungan tanah padas.
Sebagian besar masyarakatnya bercocok tanam atau berladang, untuk mereka yang tidak memiliki ladang dan sawah mereka sebagai buruh serabutan, bercocoktanam jagung, kedelai, dan palawija.
“Hal inilah yang menjadikan desa Siliwung dusun Siliwung Utara pada tahun 2003 menjadi sasaran kristenisasi, namun hal ini bisa digagalkan oleh masyarakat yang memahami gerakan dari misionaris terserbut”, demikian pengakuan Khumaini, salah satu pengurus Yayasan Al Amin Situbondo yang aktif membina masyarakat Siliwung.
Satu-satunya akses untuk bisa mencapai dusun tersebut adalah jembatan gantung, sedangkan jika melalui jalan raya jarak yang ditempuh sangat jauh. Dusun Siliwung Utara ini merupakan dusun yang paling tertinggal dan rawan pangan di antara dusun-dusun yang berada di desa Siliwung kecamatan Panji, kabupaten Situbondo.
Penyaluran Hewan Qurban
Pada hari raya Idul Adha tahun lalu Yayasan Al Amin sempat menyalurkan hewan qurban untuk kedua dusunter sebut.”Kami memilih dua dusun ini karena kondisinya yang cukup membutuhkan, masyarakat di sini jarang sekali menikmati kelezatan daging kambing maupun daging sapi”, cerita Ustadz Mustaji yang juga pengurus Al Amin Situbondo ini.
Demikian juga saatIdul Adha kali ini, Yayasan Al Amin kembali mengundang pembaca hidayatullah.com untuk menyalurkan qurban ke masyarakat miskin di Situbondo.
Harga Hewan Qurban di Situbondo Rp. 1.500.000, – untuk kambing, dan Rp. 10.000.000,-untuk sapi. “Harga hewan Qurban tahun ini memang lebih tinggi dibanding tahun lalu”, kata Khumaini.
Bagi pembaca yang ingin qurban untuk Situbondo, bisa disalurkan melalui pengelola hidayatullah.com, dana qurban bisa ditransfer melalui rekening Bank Mandiri No. Rek:141-00-0972413-9 an. PT. Lentera Jaya Abadi (pengelola hidayatullah.com), SMS konfirmasi : 0857.4894.7940 ; 081.330.770.531 dana akan diteruskan ke dai-dai yang bertugas di Situbondo.