Hidayatullah.com–Walau telah membebaskan David Ashari, Densus 88 masih belum membebaskan Sunanto Sofyan dan Herman kakak David Ashari. Padahal penangkapan Sunanto dilakukan dalam kondisinya yang sedang Sakit.
Sunanto menurut informasi kakak kandungnya Sunardi Sofyan mengidap penyakit Asma dan Vertigo. Kalaupun Sunanto aktif sebagai aktivis Islam, semua aktivitas Sunanto itu terpantau dan tidak mungkin berencana melakukan tindakan terorisme.
“Yang lebih aneh Densus 88 ini menangkap adik saya tanggal 27 (Oktober) tanpa surat penangkapan. Surat Penangkapannya justru diterima kita tanggal 31 mengggunakan Pos,” jelasnya kepada hidayatullah.com, di Kantor MUI, Kamis (01/10/2012).
Lebih dari itu, Sunardi yang ketika konferensi pers dengan TPM di kantor MUI ini tak bisa bisa menahan tangis menjelaskan bahwa, Kondisi kesehatan Ibunya yang renta semakin buruk karena penangkapan Sunanto ini.
“Apalagi Istri Sunanto sedang hamil 3 bulan,” jelasnya lagi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath juga mengakui bahwa ia sangat kenal dengan Sunanto. Menurut Khaththath, Sunanto itu sangat semangat dalam berdakwah di kegiatan-kegiatan FUI.
“Dan tidak mungkin dia itu terkait makar terorisme saya kenal baik dengan Sunanto, Densus 88 ini ngawur” Jelas Al Khaththath kepada hidayatullah.com.
Sementara Fanti, Istri Sunanto terus berusaha menahan airmatanya. Di depan Hidayatullah.com ia sering menarik nafas. Baginya penangkapan suaminya adalah kedzaliman yang sulit untuk dimaafkan.
“Mas Nanto itu orang yang sangat terbuka dengan siapa saja, semua orang bisa memantau aktivitasnya, ini dzalim, suami saya ditangkap tanpa bukti apalagi saya sedang mengandung” jelasnya kepada Hidayatullah.com
Meskipun Fanti sudah menyerahkan semua ke Tim Pengacara Muslim (TPM). Dari kejadian ini Fanti yakin masyarakat akhirnya bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah. Ia yakin Allah pasti akan menyadarkan masyarakat atas kebobrokan Densus 88 dengan isu-isu terorismenya.
“Siapa yang menolong agama Allah, pasti ditolong oleh Allah,” jelas Fanti.*