Hidayatullah.com–Hidayatullah Yogyakarta terus memperkuat jaringan dakwahnya. Belum lama ini, Pimpinan Daerah (PD) Hidayatullah Jogja mengadakan Training Kader Dai Marhalah ‘Ula di kampus Hidayatullah Balong, Sleman.
Training yang diadakan selama tiga hari itu diikuti sekitar 26 peserta dari berbagai kalangan. Di antaranya, masyarakat umum, mahasiswa, dan ustadz. Peserta dari mahasiswa sendiri cukup banyak, seperti dari UGM, Universitas Islam Indonesia, SBI, dan STTNAS.
Acara yang memiliki sepuluh sesi ini berisi seputar konsep dakwah Hidayatullah yang tertuang dalam Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW). Training itu menghadirkan pemateri dari pengurus Hidayatullah Jogja, seperti ustadz M Syakir Syafii, ustadz Abdullah Munir, dan ustadz Syamsul Ma’arif.
Seluruh peserta mengaku mendapat pencerahan baru. Kata mereka, materi yang dibawakan narasumber tergolong baru sehingga bisa menggelorakan semangat berislam, terutama untuk menjadi kader dai. Mereka juga siap mengikuti tindak lanjut program dakwah yang akan diadakan selanjutnya. Dalam salah satu sesi materi, ustadz M Syakir Syafii menyampaikan, menjadi kader dai tidak mudah. Dai harus menjadi sosok ‘sempurna’ yang bisa menjadi panutan jamaah. Karena itu, dai tidak boleh melakukan tindakan yang bisa merusak citra sebagai seorang dai.
“Dai itu tidak untuk dikomersialkan dan dijual dengan harga yang mahal. Dai juga harus mampu mengamalkan Islam, terutama dalam kehidupan sehari-sehari. Jangan sampai mengaku dai tapi justru berbuat asusila dan akhlak buruk,” ujarnya.
Ustadz Abdullah Munir, Ketua Yayasan Sakinah, Hidayatullah Jogja mengatakan, training itu merupakan salah satu wadah kaderisasi bagi jamaah. Karena itu, setelah acara, akan ada agenda lanjutan untuk peserta.
“Paling tidak, mereka bisa ikut pengajian atau halaqah yang diadakan Hidayatullah. Untuk mahasiswa juga kami tawarkan agar bergabung dan tinggal di Pesantren Mahasiswa yang telah disediakan,” tuturnya.*