Hidayatullah.com–Kisah – kisah kemenangan Islam melawan kekuatan besar sering didengar sebagai sebuah dongeng. Namun semua bisa dirasakan dengan nyata di Jalur Gaza, bukan hanya sebuah tulisan atau cuplikan buku sejarah. Demikian penuturan penulis dan dai muda Salim A Fillah menceritakan oleh-olehnya usai berkunjung ke Gaza.
“Golongan kecil bisa mengalahkan golongan besar karena pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala bukanlah dongeng. Itu nyata terjadi di Gaza. Inilah bukti kebesaran Allah,” jelasnya dalam talk show bertajuk “Oleh-oleh Relawan Palestina dan Suriah; 2 Sayap untuk masjidil Aqsha, Membantu Palestina & Menolong Suriah” di panggung utama IBF 2013, Senin (04/03/2013).
Salim menjelaskan bahwa Negeri Syam membentang dari Jalur Gaza hingga Suriah. Karenanya, solusi konflik Palestina bukanlah dua negara. Sebab kehadiran negara Israel di tanah Syam adalah fitnah besar bukan hanya bagi dunia Islam, tapi juga bagi kemanusiaan itu sendiri. “Israel tidak akan berhenti memerangi umat Islam hingga negerinya membentang dari sungai Nil di Mesir hingga Sungai Eufrat di Iraq,” jelas penulis buku “Bahwa Aku Seorang Muslim” (2007) dan “Jalan Cinta Para Pejuang” (2008) ini.
Belum selesai urusan dengan Israel, umat Islam juga sedang diancam dengan misi bulan Sabit Fatimiyah. Misi bulan Sabit ini merupakan misi besar kelompok Syiah di Timur Tengah untuk menguasai kawasan Iran, Mesir, Libanon, Suriah hingga ke Iraq.
Salim bercerita, bahwa konflik di Suriah adalah bukti nyata wajah asli kekejaman kelompok Syiah. Bashar Al Assad sendiri menurutnya penganut paham Syiah Nushairiyah yang juga menyakini ajaran kebatinan.
Salim mengingatkan agar umat Islam jangan lelah membantu perjuangan rakyat Gaza dan Suriah. Kedua tempat tersebut sama-sama memiliki peran penting untuk membebaskan Masjid Al Aqsha dari cengkeraman Zionis dan Syiahnisasi.
Menurutnya urusan pembebasan al-Aqsha adalah urusan keimanan tiap umat Islam. Jalur Gaza adalah pintu membebaskan Al Aqsha dari selatan bumi Syam. Sementara Suriah adalah pintu membebaskan Al Aqsha dari utara bumi Syam.
“Belalah Gaza dan Suriah dengan doa, airmata dan dana kita,” tambahnya lagi.
Menurut Salim, sesungguhnya Gaza dan Suriah tidak butuh kita, tapi jika kita beriman maka sejatinya kita yang butuh mereka sebagai ladang jihad kita. Mengakhiri ceritanya, Salim menutup kegiatan tersebut dengan doa untuk Gaza dan Suriah.
Selain Salim, acara ini juga menghadirkan Kak Bimo, pendongeng anak yang juga berbagi pengalamannya melihat anak-anak gaza usai mengunjungi wilayah itu bulan Desember 2012 lalu.*[Baca juga: Mati Syahid, Cita-cita Paling Diminati anak-anak di Gaza]