Hidayatullah.com—Perusahaan tepung PT Sriboga Flour Mill (SFM) kembali menggandeng Rumah Zakat (RZ) dalam acara berbagi buka puasa bersama 1000 anak yatim dan dhuafa. Kegiatan yang berlangsung di Plaza Masjid Istiqomah,Jalan Citarum Kota Bandung, Rabu, (24/7) tersebut mengambil tema “Menjadi Anak Berprestasi Dunia Akhirat” .Secara serentak kegiatan serupa berlangsung di empat kota besar di pulau Jawa yakni, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta.
Menurut Asep Nurdin selaku ketua Panitia Program Ramadhan Rumah Zakat kegiatan berbagi buka puasa tersebut merupakan kerjasama ditahun keempat antara PT Sriboga Flour Mill dengan Rumah Zakat. Total paket yang akan bagikan oleh SFM pada bulan Ramadhan ini mencapai 19.000 paket buka puasa untuk anak yatim dan dhuafa.
“Untuk lokasi penyalurannya kami pusatkan di wilayah-wilayah binaan Rumah Zakat, masjid-masjid, pesantren, panti asuhan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan daerah yang membutuhkan di sekitar pulau Jawa,”jelasnya.
Sementara itu Dudut Urip Prasetyo selaku Senior Sales Manager PT SFM mengatakan bahwa program pendistribusian paket buka puasa ini dilakukan oleh perusahaan setiap tahun sekali yakni di bulan Ramadhan.Kegiatan sosial tersebut telah berlangsung sejak tahun 2010 dan merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibilty (CSR) yang rutin dilakukan oleh SFM dalam rangka berbagi kebahagian bersama anak-anak yatim dan dhuafa.
“Kami akan terus berkomitmen untuk memberikan kepedulian kepada anak-anak yatim,piatu dan dhuafa agar mereka dapat menjadi generasi penerus yang membanggakan. Semoga mereka kelak menjadi anak yang berprestasi dunia & akhirat,” harap Dudut.
Ia menambahkan bahwa pihak melakukan buka bersama di 4 kota besar tersebut, SFM juga menyalurkan total 15.000 paket buka puasa secara reguler selama 25 hari berturut-turut di Malang, Tegal, Purwokerto dan Solo yang sudah dimulai sejak 10 Juli hingga 2 Agustus 2013 mendatang.
Format buka puasa bersama tersebut dikemas lebih menarik dengan menampilan kreasi seni dari anak-anak panti asuhan, seperti musik rebana, angklung, tari daerah, paduan suara, nasyid dan perkusi serta juga ada penyampaian nasihat dalam bentuk kegiatan mendongeng atau story telling.*