Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ya Walikota, Ya Wali Santri

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2013 09:29 9:29 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 1 Agustus 2013 09:29
Bagikan
Jenazah (alm) H. Asnawi Arbain sebelum dimakamkan
Bagikan

Hidayatullah.com– Satu subuh di tahun 1974. Suara adzan baru saja selesai bergema untuk wilayah Karang Bugis, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Para santri Hidayatullah tampak asyik membaca al-Qur’an. Sebagian lagi sedang menikmati dua rakaat shalat sunnah qabliyah fajar. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan orang nomor satu Balikpapan ketika itu. Letkol (Pol) H. Asnawi Arbain Rahimahullahu, Walikota Balikpapan, datang berkunjung secara mendadak ke Pesantren Hidayatullah.

Menilik waktunya yang berbeda, ini tentu bukan kunjungan biasa. Rupanya benar, Asnawi datang ingin mengecek kebenaran laporan yang ia terima dari seseorang. Ia dilapori jika ada kegiatan eksklusif yang diadakan oleh sekelompok pemuda di Karang Bugis. Kegiatan yang menurut laporan terindikasi sebagai ajaran sesat dan dianggap meresahkan masyarakat.

Setelah berdialog langsung dengan Abdullah Said Rahimahullahu, Pendiri Pesantren Hidayatullah, Asnawi mendadak berubah pikiran. Jika sebelumnya sempat curiga, setelah itu Asnawi justru langsung menawarkan bantuan berupa peralatan tidur para santri.

Sejak itulah keakraban Pesantren Hidayatullah dan Asnawi terjalin mesra. Selanjutnya, mudah ditebak. Layaknya keislaman Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu, Asnawi berubah menjadi salah satu benteng kokoh utama Hidayatullah.

“Dulu Almarhum (Abdullah Said) biasa menggelari Pak Haji (panggilan Asnawi) itu dengan julukan ‘Umar bin Khattab’,” kenang Amin, seorang santri awal Hidayatullah  sambil tersenyum.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kiprah Asnawi tak berhenti sampai di situ. Dalam urusan pembebasan lahan pertama Hidayatullah di Gunung Tembak, Asnawi lagi-lagi menorehkan tinta emas kemurahan hatinya. Ketika ia mendapat laporan lokasi yang ditemukan, Walikota Balikpapan periode 1974-1981 ini segera meluncur menemui Darman, pemilik tanah di Gunung Tembak.

“Tanah ini adalah milik saya, Pak. Di dalamnya pernah saya buka usaha pembakaran batu bata, tapi sekarang sudah berhenti,” ujar Darman kepada Asnawi.

Usai mendapat penjelasan dari Walikota Asnawi perihal keberadaan dan kebutuhan pesantren Hidayatullah akan lokasi dakwah, Darman tiba-tiba menangis. Antara sedih dan haru. Hanya saja tak ada yang tahu, mengapa ia menangis ketika itu. Hingga beberapa tahun berselang, Darman lalu menjelaskan.

“Sudah dua tahun lamanya saya pernah bermimpi didatangi orang berpakaian putih dengan muka yang bercahaya. Sejak itu saya tidak pernah lagi makan nasi. Saya hanya makan buah-buahan dan minum air putih. Saya juga tidak tahu mengapa saya berbuat demikian. Hanya dalam hati saya ada perasaan bahwa ini pasti kebaikan yang akan muncul di tempat ini,” tutur Darman, yang juga ketua RT setempat.

Singkat kata, Walikota memberi instruksi kepada Abdul Muin, S.H, Kepala Agraria Balikpapan meninjau langsung lokasi bersejarah tersebut. Akhirnya, tepat tanggal 3 Maret 1976, Gunung Tembak menjadi lokasi baru Pesantren Hidayatullah. Selang dua hari, atas permintaan Asnawi juga, Darman resmi menyerahkan tanahnya kepada Pesantren Hidayatullah. Tercatat, lokasi tersebut seluas 5,4 Ha dan diserahkan pada hari Sabtu, 5 Maret 1976. Atas inisiatif Walikota, Darman diberangkatkan ke Tanah Suci bersama istrinya untuk naik haji. Sepulang haji, nama Darman lalu diubah menjadi H. Darmawan.

Merakyat, Menyantri

Ciri kebaikan itu niscaya melahirkan kebaikan selanjutnya. Demikian rumus kehidupan mengajarkan. Selanjutnya, irama perlangkahan Hidayatullah tak pernah sepi dari kemurahan hati Asnawi Arbain. Meski berstatus Walikota Balikpapan, bersama sang istri, Asnawi tak sungkan turun tangan langsung membantu kebutuhan di lapangan. Termasuk dalam urusan mencari dana di masyarakat.

“Istri Pak Haji itu teman akrab dengan ibu saya (Ibu Aida Chered),” ungkap Muntadziruzzaman, putra bungsu Abdullah Said kepada Hidayatullah.com.

“Mereka berdua sampai ikut keliling cari dana di masyarakat,” imbuhnya.

Bagi santri Hidayatullah, H. Asnawi Arbain bukan lagi sekedar Walikota bagi santri yang berdomisili di Balikpapan. Tapi Asnawi juga berperan sebagai orangtua yang mengayomi dan membina santri Hidayatullah. Lebih dari itu, mantan Bupati Bulungan, Kaltim ini juga sebagai sahabat karib, tempat para santri dan warga Hidayatullah berbagi masalah.

Tanggal 5 Agustus 1976, diadakan peresmian Pondok Pesantren Hidayatullah di kampus Gunung Tembak. Berbeda dengan pejabat pemerintah lain, Asnawi malah lebih memilih sebagai “yang punya hajat” atau yang turut mengundang. Tampak beberapa tokoh hadir dalam acara peresmian, diantaranya Prof. Dr. K.H. Mukti Ali, MA (Menteri Agama RI), K.H.Abdullah Syafi’i (Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat), dan putrinya Tutty Alawiyah, serta H.A. Wahab Sjahranie (Gubernur Kaltim).

Demikian seterusnya, sesuai janji Allah. Dia dan Pertolongan-Nya sangat dekat kepada hamba-Nya yang menolong agama Allah. Kemesraan berjuang di jalan Allah terus terjalin antara Pesantren Hidayatullah dan H. Asnawi Arbain. Tercatat, blangko permohonan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diedar oleh para santri Hidayatullah itu ditandatangani oleh Walikota Balikpapan sejak tahun 1974.

Tradisi ini lalu dilanjutkan oleh penerusnya Walikota Syarifuddin Yoes. Pak Yoes, demikian sapaannya, bahkan pernah membubuhi tandatangan langsung hingga ribuan lembar Proposal Pembangunan Masjid Hidayatullah. Ketika disodori stempel tandatangan, dengan tersenyum Pak Yoes berujar, “Semoga menjadi amal bagi saya.”

Tentunya, kiprah keteladanan dan kebaikan H. Asnawi Arbain tak hanya dirasakan oleh warga dan santri Pesantren Hidayatullah saja. Tapi seluruh masyarakat Balikpapan turut merasakan hal yang sama. Hal itu disampaikan oleh Rizal Effendi, Walikota Balikpapan sekarang dalam sambutannya saat takziyah di kediaman almarhum beberapa hari yang lalu.

“H. Asnawi Arbain adalah pemimpin yang lurus,” ucap Rizal di hadapan ratusan warga yang melayat di rumah duka Jalan Wiluyo Puspoyudo, Balikpapan, Sabtu (27/07/2013).

“Dialah sesungguhnya peletak pertama pondasi awal konsep Balikpapan Religius (kini dikenal dengan istilah Balikpapan Madinatul Iman),” terang Rizal selanjutnya.

Senada dengan itu, Awang Faroek Ishak, Gubernur Kaltim saat ini, juga tak segan memberi apresiasi kepada Asnawi yang tak lain merupakan purnawirawan polisi.

“H. Asnawi Arabin adalah sosok teladan pemimpin yang punya jiwa integritas tinggi,” ungkap Awang dalam sambutan takziyah mewakili pemerintah Kaltim.

Kini H. Asnawi Arbain telah berpulang menghadap Sang Khaliq. Di penghujung usianya, ia masih sempat meluangkan waktunya membina Pesantren Insan Kamil di dekat kediamannya di Balikpapan. Sebelum meninggal, Asnawi juga sempat berpesan untuk dikubur di lokasi pesantren yang dibinanya itu. Atas wasiat tersebut, pihak keluarga akhirnya menolak tawaran untuk dikebumikan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Balikpapan.

Almarhum wafat pada usia 87 tahun di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, meninggalkan 12 anak dan 33 cucu. Jumat, 26 Juli 2013, bertepatan dengan 17 Ramadhan 1434 H adalah hari terakhir masa hidup beliau di dunia. Allahumaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi  wa’fuanhu.* Kiriman Masykur, Koresponden Hidayatullah.com di Balikpapan

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Asnawi ArbainHidayatullah Gunung TembakKematianSejarah HidayatullahWalikota Balikpapan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertamina Beri Zakat 54 Muallaf
Tulisan selanjutnya Segera Tinggalkan Mall, Mari Kembali ke Masjid!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?