Hidayatullah.com–Komisi Nasional Hak Asasi Perempuan (Komnas Perempuan) akan berkordinasi dengan Kementerian Perbedayaan Perempuan menyikapi pro kontra penyelenggaraan Miss World di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah usai rapat Komisi III di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (27/08/2013) kemarin.
Yunitanti mengakui tidak mau reaktif dalam menghadapi pro kontra yang terjadi di masyarakat. Namun, ia sendiri berjanji untuk setiap hal yang menjadikan wanita sebagai objek eksploitasi dan komoditas bisnis maka akan ditolak.
“Kita masih mengkaji mengenai keberadaan Miss World ini di Indonesia,” jelas Yuniyanti kepada hidayatullah.com.
“Prinsipnya apapun namanya eksploitasi perempuan itu tidak dibenarkan,” tambahnya lagi.
Selain masalah Miss World, Komnas Perempuan juga mengaku memberikan perhatiannya kepada perempuan korban kekerasan aparat di Mesir. Yuni mengaku, Komnas Perempuan telah mengirim surat ke kantor PBB di Jenewa atas kasus ini.
“Selain itu kita juga sudah kirim surat ke Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk membuat rilis mengecam kekejaman atas wanita di Mesir,” Jelas Desti Murjanah wakil ketua Komnas Perempuan di depan Komisi III DPR RI.
Menurut ketua Komnas Perempuan, pihak OKI sendiri sudah memberi tanggapan kepada mereka. OKI berencana akan mengadakan pertemuan pada 26 hingga 28 Agustus di Jeddah, Arab Saudi, Pertemuan itu untuk membahas kondisi terakhir Mesir termasuk kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan.
“Kami minta OKI gunakan kekuatannya untuk menghentikan konflik disana karena banyak mengorbankan perempuan,” tambahnya.*